by

Sania Nabila Afifah: PBB Alat Legitimasi Penjajahan Barat?

Sania Nabila Afifah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sesuatu yang kotor selamanya tak akan pernah cocok bila disandingkan dengan sesuatu yang suci. Sama halnya dengan sistem kapitalis bila dijadikan sebagai jalan penerapan aturan Islam. Kapitalisme, dari asasnya yaitu sekuler (memisahkan agama dari kehidupan) sungguh mustahil sekali disandingkan dengan syariah Islam. Sama halnya mencampur adukkan yang hak dan yang bathil. 
Begitu juga dalam menentukan kebijakan untuk mengatur masyarakat dengan menggunakan kebijakan yang sudah sesuai dengan fitrah manusia  sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan terhadap Allah SWT. Tetapi jika wadah yang dijadikan tempat tidak cocok, seperti halnya sistem saat ini, maka akan muncul pertentangan, perselisihan dan baku hantam.
Begitulah kira-kira jika kita amati dari berbagai fakta yang terjadi, yang haq (kebenaran Islam) dan kebatilan akan selalu terjadi kontroversi. 
Dikutip dari Merdeka.com- Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) mengecam Undang Undang hukuman mati yang dibuat oleh Brunei Darussalam bagi pelaku zina dan homoseksual. PBB menyebut kebijakan itu kejam dan tidak manusiawi. 
UU tersebut mulai berlaku di Brunei beberapa pekan lalu, yang menjatuhkan hukuman rajam ( lempar batu) hingga meninggal kepada pelaku perzinahan dan hubungan sesama jenis. UU tersebut juga menetapkan hukum potong tangan bagi pelaku pencurian. Langkah-langkah kontroversial itu merupakan bagian dari UU hukum pidana baru oleh kesultanan Brunei.
Kebijakan tersebut menuai kecaman dari berbagai pihak di tingkat global telah menghujani Brunei dalam beberapa hari ini. Mulai dari demo yang didominasi oleh para aktivis pembela hak-hak gay. Lebih dari 100 orang datang dengan membawa bendera pelangi, spanduk dan plakat berisi kecaman terhadap Sultan Hassanal.
Demo yang dipimpin oleh para aktivis hak-hak gay, Peter Tatchell itu menganggap Sultan Hassanal meniru kelompok Islamic State (ISIS) di Irak dan Suriah karena memberlakukan seperti itu. Islam akan selalu dipandang buruk dan diopinikan tidak manusiawi oleh para penganut HAM. Apalagi kebijakan tersebut menyangkut pada pribadi masing-masing yang notabenenya adalah homoseksual. Itulah ciri khas karakter dari bentukan ide Kapitalisme. 
Protes itu terjadi di tengah-tengah seruan agar gelar kehormatan yang diberikan oleh Ratu Inggris kepada Sultan Hassanal dilucuti. Lalu aksi mereka mendesak agar memboikot hotel-hotel mewah milik Brunei yang berada di berbagai Negara, termasuk London dan 45 Park Lane. 
Demo ini muncul setelah pertahana Gavin Williamson meminta Brunei memberikan jaminan kepada pasukan gay Inggris di negara untuk tidak terkena dampak UU yang mulai diberlakukan dikutip dari Sindonews.
Penolakan terhadap syariah Islam saat ini terjadi di manapun bahkan di seluruh dunia. Sikap phobia akut terhadap ajaran Islam disebabkan jauhnya umat dari Islam. 
Oleh musuh, Islam digambarkan sebuah momok yang menakutkan bagi umat manusia yang akan mengancam siapapun yang berlaku menyimpang dari Islam. Padahal sejatinya Islam membawa rahmat jika diambil dan diterapkan dalam kehidupan. Dengan penanaman paham sekuler semacam HAM ini merupakan senjata Barat dengan cara  halus itulah mereka memerangi pemikiran manusia. Apalagi mereka menggunakan lembaga Internasional tuk membungkam , semakin banyak tantangan dan rintangan bagi kaum Muslim yang berkeinginan  menjalankan dan mengamalkan Islam dalam kehidupan dan juga bagi kaum Muslim yang memperjuangkan tegaknya Islam dimuka bumi ini.
Hanya ada satu cara yang akan mampu melawan arus politik global rancangan Barat ini adalah dengan menegakkan sebuah institusi negara Islam yaitu Khilafah yang akan menerapkan aturan Islam secara menyeluruh dan jihad fi sabilillah  sebagai metode untuk melawan tindak kezaliman dan kesewenang-wenangan kaum kafir barat dan anteknya terhadap seluruh umat dengan mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia. Dengan kekuatan politik Islam yang bersifat global pulalah mereka akan tumbang.
Islam tidak akan bisa diterapkan secara kaffah di manapun itu selama sistem kapitalisme, demokrasi masih mencengkram negeri negeri muslim. Maka solusinya adalah buanglah sistem kapitalis dan menggantinya dengan sistem Islam. Barulah akan terwujud Islam rahmatan lil alamin,  semua umat akan diperlakukan secara adil dan bijaksana, semua kebutuhan dan hak-hak akan terpenuhi baik muslim maupun non muslim. Tentunya semua itu diselesaikan sesuai dengan syariah Islam. Wallahu a’lam bi ash-shawab.[]
Penulis adalah anggota Komunitas Muslimah Rindu Jannah

Comment

Rekomendasi Berita