![]() |
| Foto[Muriyanto/radarindonesianews.com] |
Dalam sambutan, Agus mengaku tersanjung dan bangga bisa hadir dalam acara perayaan HUT media yang telah eksis selama 16 tahun. Terlebih, dalam perayaan HUT mengangkat tema tentang koperasi.
“Moment seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Selama ini tidak pernah ada topik mengenai koperasi dalam acara HUT suatu media. Karna itu secara pribadi saya merasa tersanjung dan bangga hadir disini. Nanti saya juga akan sampaikan hal ini pada pak Menteri,”, kata Agus.
Berkaitan dengan maju dan mundurnya koperasi dan UMKM di Indonesia, media massa dirasa sangat miliki peran penting sebagai sosial kontrol.
“Selain adanya pengawasan secara internal, laju koperasi juga perlu adanya pengawasan dari masyarakat, pemerintah dan pers sebagai soial kontrol,”, kata Deputi Bidang Kelembagaan melalui Asisten Deputi keanggotaan koperasi, Untung Tri Basuki.
Terkait dengan sejumlah persoalan mengenai koperasi UMKM, seperti kasus Pandawa, Untung menilai perlu adanya revisi Undang Undang untuk lebih menguatkan lagi peran kinerja kementerian mengatasi persoalan seperti Pandawa.
Kesempatan sama, mewakili Mabes Polri, AKBP Riki mengatakan selama ini pihaknya juga berperan aktif atasi adanya penyimpangan seperti kasus Pandawa. “Jika terjadi pelanggaran dalam koperasi seperti itu, polisi dapat dijeratnya dengan pasal KUHP tentang pencucian uang,”, terangnya.
Acara HUT yang mengusung tema peran koperasi dan UMKM untuk negara dalam kemandirian ekonomi rakyat dan peran Polri mendukung gerakan koperasi ini turut dihadiri pihak Kementerian Koperasi dan UMKM, perwakilan dari Polda Metro dan Mabes Polri, serta Ketua PWI Jawa Barat, DRS. H Mirza Zulhadi MM.
Acara yang berlangsung dua hari itu juga dihadiri para pimpinan media Sinar Pagi Baru, beserta jajaran redaksi, perwakilan dan biro-biro daerah. Dalam moment yang sama diselenggarakan juga pelatihan uji kopetensi wartawan oleh PWI Jawa Barat. [Yan,Ko]










Comment