by

SM Garuda Cendekia Bangun Karakter Kebangsaan Dan Prestasi Internasional

Dr. Ir. Bambang Pharmasetiawan saat wawancara dengan radarindonesianews.com.[Herizal]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  Pendidikan merupakan sarana utama membentuk karakter dan kepribadian anak bangsa. Ungkapan ini dijalani oleh Yayasan Budaya Luhur yang membawahi SD Kupu-Kupu dan SM Garuda Cendekia, di Jl. Bangka VII Dalam, Jakarta Selatan.

Saat wawancara dengan radarindonesianews.com, Senin (16/4/2018) di ruang kerjanya, Dr. Ir. Bambang Pharmasetiawan mengatakan, kurikulum yang diterapkan di SM Garuda Cendekia adalah kurikulum nasional dengan sasaran membentuk karakter kebangsaan pada peserta didik.

“Sementara banyak sekolah terpikat dengan kurikulum asing, SM Garuda tetap memegang prinsip secara kuat dalam persoalan kurikulum nasional tanpa harus terjebak dengan kurikulum asing dan jargon RSBI yang menggunakan bahasa Inggris sebagai pengantar di kelas.” Ujarnya tegas.

Ditambahkan Bambang bahwa penggunaan Bahasa Inggris yang digadang RSBI bertentangan dengan pembentukan karakter kebangsaan dan bertolak belakang dengan cita-cita sumpah pemuda. Ini juga menunjukkan mental inlander yang harus dibenahi.

“Kurikulum dari luar negeri itu baik tetapi mereka tidak mengajarkan karakter kebangsaan sebagaimana di Indonesia. Kita mengadopsi bagian-bagian tertentu saja dari kurikulum luar negeri yang terkait dengan teknik pengajaran.” Tambah Dr. Ir. Bambang Pharmasetiawan.
Tokoh pendidikan nasional, Ki Hajar Dewantoro mengatakan bahwa karakter dibentuk melalui tiga tahap, mengetahui, merasakan dan melakukan. Dari sinilah Dr. Ir. Bambang Pharmasetiawan, salah seorang pendiri Yayasan Budaya Luhur mengaplikasikan nilai-nilai kebangsaan kepada siswa di SM Garuda Cendekia.
Bambang menambahkan, mengajarkan kebangsaan itu bukan sebagai sebuah teori. tapi bagaimana menananmkan nilai-nilai tersebut dari SD sampai SMA di SM Garuda Cendekia. Kebangsaan itu tambah Bambang, bukan nilai instrumental tapi nilai final.  Nilai-niilai kebangsaan yang final itu direkatkan dengan nilai instrumental dalam mata pelajaran yang ada untuk membentuk karakter kebangsaan kepada peserta didik.
“Kita masukkan nilai-niai kebangsaan ke dalam mata pelajaran atau melalui Project Base yang diselenggarakan pihak sekolah. Di Sekolah Dasar Kupu-Kupu, kita buat Project Base seperti Pekan kebangsaan dengan pengenalan budaya budaya daerah seperti sunda, jawa, sumatera, kalimantan dll. Sedini mungkin kita kenalkan kepada peserta didik kebhinnekaan dan tidak berhenti di sana tapi juga diajarkan diajarkan sumpah pemuda dengan nusa, bangsa bahasa sebagai nilai persatuan.” Jelas Bambang.
SM Garuda Cendekia memiliki ekstra kurikuler yang tidak dimiliki sekolah lain dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan ini, SMP Garuda Cendekian tidak saja melakukan kerjasama dengan pihak orang tua namun juga menggalang kerjasama dengan pihak Brigade Marinir Cilandak untuk melatih fisk para siswa selama tiga hari di Tanjug Pasir, Tangerang yang menjadi ekstra-kurikuler sekaligus menjadi bagian dan upaya bela negara yang oleh Prof. Dr. Arief Rahman, M.Pd dinamai sebagai “Langkah Patriot”.

Untuk SMA, ada kegiatan ekstra yang disebut Oase yang berisi pembelajaran bagaimana mengenal kehidupan desa, bakti sosial, pasar murah, pengobatan gratis, pelatihan kurikulum dan pengajaran, penjelajahan alam dan penelitian lapangan.

SM Garuda Cendekia  selain membangun karakter kebangsaan juga memiliki prestasi di dunia internsional seperti kejuaraan di LLangolen International Musical Eisteddfod tahun 2015 di bidang Koreografer tari dan untuk prestasi ini para siswa sempat diundang dalam salah satu program Tv “Kick Andy”.
Di akhir perbincangan, Dr. Ir. Bambang Pharmasetiawan berharap agar kurikulum nasional ke depan tidak membebani guru dengan hal-hal yang bersifat administratif  sehingga tidak fokus kepada pembentukan karakter bangsa.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 + four =

Rekomendasi Berita