Sry Rahmadani: Kekeringan Ekstrim, Bukan Sekedar Fenomena Alam

Berita942 Views
Sri Rahmadani, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pada pekan kedua Agustus tahun ini, kekeringan terus melanda di sejumlah wilayah di Indonesia. Sejumlah daerah telah mengalami hari tanpa hujan ekstrem atau lebih dari 60 hari sehingga daerah-daerah tersebut perlu mewaspadai terjadinya kekeringan. 

Di Jawa Timur, ada 442 desa yang mengalami kekeringan. Di antara desa yang mengalami kekeringan itu, 199 desa di antaranya mengalami kekeringan kritis yang berarti tidak ada potensi air(beritagar.id)

Air adalah senyawa yang penting bagi semua bentuk kehidupan. Dari minum, mandi, masak dan lain-lain. Jadi krisis air pasti sangat berdampak negatif bagi masyarakat bahkan dianggap bencana alam. Bencana alam ini terjadi pasti karena ulah kita manusia. Sebagaimana firman Allah dalam surah Ar Rum :41

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).

Kekeringan digolongkan menjadi salah satu jenis bencana alam yang ada di dunia, salah satunya juga terjadi di Indonesia. Bencana alam merupakan peristiwa yang terjadi karena adanya penyebab tertentu. Demikian juga dengan kekeringan ini. Terjadinya kekeringan ini karena disebabkan oleh beberapa hal yaitu :

1.Penggunaan air yang berlebihan

2.Minimnya peresapan air karena sedikitnya pohon

3.Hanya sedikit tampungan air buatan

Kenapa bencana kekeringan terus melanda? Tentu karena pengelolaan SDA dan pembangunan yang jauh dari aturan Islam. Semua pengaturan di zaman demokrasi ini adalah aturan buatan manusia yang jauh dari perintah Allah, maka terjadilah kerusakan ekosistem yang akhirnya merugikan masyarakat. Bila ingin alam kita kembali seperti dahulu kita harus menerapkan hukum Allah secara menyeluruh. 

Agar Allah ridho dengan kita dan akan memberikan yang terbaik untuk kita. Sayangi bumi kita dengan menerapkan hukum Allah dalam segala aspek kehidupan. Waallahu A’lam.[]

Penulis adalah aktivis dakwah kampus
Mahasiswi Universitas Malikussaleh. Fakultas Teknik jurusan Teknik kimia semeter 7

Comment