by

Sumiati: Waktu Itu Bukan Uang Tapi Ibadah. Manfaatkanlah Agar Tidak Merugi

Smiati
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Hidup di dunia terasa singka dan begitu cepat berlalu. Ketika diajak menuntut ilmu, diajak silaturahmi, diajak belajar, banyak orang mengatakan tidak ada waktu, seolah dia pemilik waktu, sehingga waktu menjadi kambing hitam dan alasan yang dicari-cari. Tidak ada waktu, tidak punya waktu, kapan-kapan kalau ada waktu, itulah ungkapan dan jawaban mereka sebagai alasan yang tidak rasional.
Waktu selalu disalahkan dan selalu menjadi tertuduh. Di sisi lain, justeru tidak sediki kaum ibu yang banyak waktu diisinya untuk hal hal yang tidak proporsional seperti ngerumpi dengan tetangga atau hal lain yang kurang bermanfaat. Waktu luang berlalu tanpa disisi dengan membaca dan belajar.
Hal yang sama juga terjadi pada laki-laki. Waktu yang banyak itu hanya digunakan untuk hal-hal yang kurang berfaedah, seperti memancing dan ngobrol ngalor ngidul dengan rekan sejawat baik di kantor maupun di tempat mereka “Kongkow”. Suara kumandang adzan tidak membuat mereka tergerak untuk segera mendatangi masjid untuk shalat berjamaah. Mereka bilang tidak ada waktu.
Waktu bagi mereka adalah uang. Mereka hanya berpikir tentang waktu yang mereka habiskan itu menghasilkan uang dan uang. Waktu luang mereka berlalu dan mereka menjadi lalai karena uang. Pada hakikatnya manusia memang lalai sebagaimana yang ditegaskan di dalam surat Al-ashr.
Sungguh bahwa rentang waktu selama 24 jam yang Allah ta’ala berikan dalam satu hari itu sudah cukup panjang bagi manusia pada umumnya untuk  melakukan ibadah dan mencari nafkah. Alasan yang dilontarkan sesungguhnya hanya sebuah refleksi sifat malas individu akibat lemahnya iman dibanding dorongan nafsu dalam dirinya.
Dengan begitu, kebanyakan manusia hanya menghabiskan waktu mereka dengan mengerjakan hal sia-sia dan tentunya tidak bernilai di hadapan Allah SWT. Ini pula disebabkan manusia tidak faham memanfaatkan waktu agar selalu bernilai ibadah. Allah SWT berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ ٱلْجِنَّ وَٱلْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ ﴿٥٦﴾
“Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku. ” (Q.S.51:56)
Orang yang pandai memanfaatkan waktu akan senatiasa bersyukur dan mengisi waktu sebaik mungkin, hingga apa yang dilakukan selalu bernilai ibadah seperti ayat di atas.
Dalam hal waktu Allaah SWT berfirman:
وَٱلْعَصْرِ ﴿١﴾
“Demi masa,”
(Q.S.103:1)
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ ﴿٢﴾
“sungguh, manusia berada dalam kerugian,”
(Q.S.103:2)
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ ﴿٣﴾
“kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Q.S.103:3)
Bagi umat Islam waktu adalah ibadah, diisi dengan aktivitas yang Allah SWT ridhai. Karena semua yang dilakukan akan dihisab dan diminta pertanggng-jawabannya oleh Allaah SWT. Wallaahu a’lam bishawab.[]

Penulis adalah seorang guru dan anggota komunitas Akademi Menulis Kreatif, Bandung

Comment

Rekomendasi Berita