![]() |
| Tim Reaksi Cepat Perlindungan Anak (TRC PA) Kota Gunungsitoli.[Rinus/radarindonesianews.com] |
Korda TRC PA Kota Gunungsitoli Sonifati Mendrofa dalam laporannya mengatakan, bahwa kegiatan ini adalah sebagai bentuk keprihatianan TRC PA terhadap anak-anak, khususnya Yatim Piatu. Menurutnya, bahwa dari hasil survei yang mereka lakukan langsung di lapangan, ada 1812 orang siswa/i yang duduk di bangku Sekolah Dasar(SD) menggunakan pakaian seragam kurang layak.
“Akan tetapi, karena keterbatasan dana yang berhasil dihimpun oleh TRC PA Kota Gunungsitoli, sehingga dengan jumlah sebanyak itu, tentunya tidak dapat terpenuhi. Sementara dana oleh BPJS Cabang Gunungsitoli sebesar Rp 10.000.000 dalam bentuk paket seragam sekolah Dasar, hanya dapat kita bagikan kepada 100 anak yatim/piatu di Kecamatan Gunungsitoli Utara,” terang Sonifati.
Dengan demikian, Korda TRC PA berjanji bahwa kedepannya akan terus berupaya dan siap bekerjasama dengan berbagai pihak manapun, terlebih kepada Pemerintah Kota Gunungsitoli, karena dalam hal mewujudkan 10 hak anak, yang salah satunya adalah hak kesamaan dan kesetaraan dengan teman lainnya di seluruh penjuru nusantara adalah tanggungjawab kita bersama.
Selanjutnya Pembina TRC PA Kota Gunungsitoli, Sukartini Wau yang juga sebagai Ketua TP PKK Kota Gunungsitoli sekaligus Nyonya Walikota Ir. Lakhomizaro Zebua, mengucapkan terima kasih atas terlaksananya kegiatan ini sehingga anak-anak kita, khususnya di Gunungsitoli Utara dapat bersekolah dengan memakai seragam yang layak, walau belum bisa menjawab secara keseluruhan, tapi setidaknya dapat terbantu tentunya.
Sukartini juga melalui harapan dan pesannya kiranya kegiatan ini akan terus dilanjutkan, sehingga dapat menyentuh anak-anak kurang mampu di seluruh wilayah Kota Gunungsitoli yang tentunya membutuhkan koordinasi yang baik dalam hal pelaksanaan disetiap kegiatan, dan dalam kapasitasnya selaku Pembina, Sukartini pasti akan mendukung sepenuhnya.
Sebagai pendukung utama kegiatan, yang bekerjasama dengan TRC PA Kota Gunungsitoli, Kepala BPJS Kesehatan cabang Gunungsitoli Rudhy Suksmawan Hardhiko menyampaikan, bahwa bantuan yang dibagikan pada kesempatan ini, adalah bentuk kepedulian kepada anak-anak kurang mampu, khususnya di Kecamatan Gunungsitoli Utara agar, dalam menuntut ilmu di sekolah masing-masing dapat lebih bersemangat layaknya anak-anak lain.
“Seperti diketahui bahwa BPJS kesehatan Cabang Gunungsitoli selalu peduli akan hal sosial, seperti terhadap rumah ibadah dan permasalahan sosial lainnya. Karena menurutnya, kehadiran BPJS Kesehatan Cabang Gunungsitoli, tidak hanya hadir dalam hal mengurus kesehatan semata tapi, juga terhadap permasalahan lain yang pastinya sesuai kebutuhan,” ujar Rudhy.
Sementara itu, Kapolres Nias AKBP Erwin Horja Hasudungan Sinaga, SH, S.IK yang berkesempatan hadir, pada kesempatan tersebut melalui sambutannya menyampaikan, bahwa pihaknnya dalam hal memutus mata rantai kekerasan terhadap anak, akan terus berupaya dan siap bekerjasama dengan pihak manapun demi masa depan anak yang lebih baik.
Selanjutnya mewakili Walikota Gunungsitoli, Staf Ahli Walikota bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Melinda Rostanti Larosa, ST dalam arahan dan bimbingannya mengatakan, bahwa kekerasan terhadap anak pada akhir-akhir ini merupakan isu krusial, dan atas nama Pemerintah Kota Gunungsitoli juga telah melakukan berbagai upaya dalam hal pendampingan sekaligus menjalin kerjasama ke berbagai pihak terkait lainnya, dengan tujuan agar kekerasan terhadap anak paling tidak dapat diminimalisir.
Mengakhiri penyampaiannya Melinda Rostanti, berharap agar kegiatan serupa akan terus dilanjutkan dengan target sasaran terhadap anak-anak tidak mampu, diseluruh wilayah Kota Gunungsitoli secara keseluruhan.
Turut hadir pada kesempatan tersebut, Koramil Gunungsitoli (mewakili Dandim 0213/Nias), mewakili Kajari Gunungsitoli, BNN Gunungsitoli, beberapa pimpinan SKPD Pemko Gunungsitoli, Ka. UPTD Pendidikan Gunungsitoli Utara, para Kepala SD dan guru, orang tua siswa dan beberapa staf BPJS, Jajaran TRC Sumut dan Korda se-Kepulauan Nias dan serta para siswa/i penerima bantuan dan segenap hadiri lainnya. (Rinus)












Comment