by

Uniska Kediri Gelar PKPA Bersama Peradi

Foto:Opick/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, KEDIRI – Fakultas Hukum (FH) Universitas Islam Kadiri (Uniska)
bekerjasama dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) menggelar
Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA. Bertempat di kampus Uniska,
pembukaan dilaksanakan pada Sabtu (7/01) pagi, dan dihadiri secara
langsung oleh Sekjend Peradi Pusat Hasanudin Nasution, dan dibuka secara
resmi oleh Rektor Uniska Prof. Dr. Suparyadi, S.IP, MM.
Dalam
sambutannya Rektor Uniska Prof. Dr. Suparyadi, S.IP, MM, memberi
apresiasi terhadap Fakultas Hukum Uniska yang telah membuat dan
melakukan kerjasama dengan Peradi untuk mengadakan Pendidikan Khusus
Profesi Advokat (PKPA). Ia mengharapkan agar kerjasama tersebut ditingkatkan dan menjadi kegiatan tahunan bagi fakultas hukum.
“Kami
sangat bangga terhadap Fakultas Hukum Uniska yang ke depan semakin
berkembang dan bekerjasama dengan Peradi, Saya berharap agar
kerjasama tersebut ditingkatkan untuk melaksanakan Pendidikan Khusus
Profesi Advokat (PKPA) setiap tahunnya.” Ujar Suparyadi.
Sementara
itu Hasanudin Nasution Sekertaris Jendral PERADI di hadapan 50 peserta
PKPA menyampaikan rasa bangganya terhadap kampus Uniska, yang telah
memfasilitasi para calon advokat di wilayah Kediri dan sekitarnya. Ia
juga menyampaikan, bahwa PKPA merupakan salah satu prasyarat bagi
sarjana hukum untuk dapat meneruskan karir di bidang jasa advokat dan
konsultan hukum. 
“Saya salut dan bangga kepada
Fakultas Hukum Uniska karena menjadi pelopor mencetak ahli ataupun
praktisi hukum di wilayah Kediri dan sekitarnya. Dan hari ini Uniska
bekerjasama dengan Peradi untuk mencetak para Advokat profesional.
Mengingat advokad merupakan sebuah profesi yang bebas dan mandiri, namun
harus tetap memegang teguh kode etik yang berlaku,” pesan Pak Nas.
Selain
hadir dalam rangka pembukaan PKPA, Hasanudin Nasution menjadi salah
satu pembicara dengan materi Kode Etik Advokat. Di awal perkenalannya,
ia menuturkan secuil kisah hidupnya hingga ia memilih advokat menjadi
profesi yang ia geluti hingga kini. “10 tahun saya habiskan waktu hanya
untuk berfikir untuk memilih profesi sebagai advokat,” beber pria yang
mengaku pernah menjadi PNS ini.
Sementara itu
setelah materi kode etik advokad yang disampaikan,
dilanjutkan dengan materi kedua yang di sampaikan langsung oleh Prof.
Mahfud MD. Ia merupakan seorang ahli dalam Hukum Tata Negara dan pernah
menjabat Menteri era Kabinet Gus Dur, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi
(MK) dan mantan Rektor Uniska.
Pada kesempatan itu,
Mahfud MD menyampaikan materi tentang Hukum Acara Peradilan Mahkamah
Konstitusi. Mahfud menyampaikan sejarah
pendirian MK di Indonesia. Ia juga berpesan kepada para peserta agar
senantiasa menjaga integritas dan profesionalisme advokat.
“Saya
berharap seluruh peserta yang mengikuti PKPA kali ini menjadi advokat
yang handal dan mampu menjaga kredibilitas,” harapnya.
Sementara
itu di tempat terpisah, Agus, peserta PKPA dari Trenggalek merasa senang
dan antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan.
“Saya
sangat senang dengan adanya PKPA yang dilaksanakan oleh Uniska yang
bekerjasama dengan Peradi. Hal ini membuat saya bertambah ilmu dalam
dunia peradilan di Indonesia dan bisa membantu jalan saya untuk menjadi
Advokad profesional” Imbuh Agus. (Pick)

Comment

Rekomendasi Berita