by

Wapres Jusuf Kalla: Spekulasi Beras Sulit Dilakukan

Wapres Jusuf Kalla.[Gofur/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan masalah
pangan selalu jadi bahan pembicaraan semua negara dari dahulu sampai
sekarang,terkait ketersediaan,kenaikan dan penurunan harga.

“Persoalan
itu muncul,karena jumlah penduduk yang bertambah dan terbatasnya lahan
pertanian serta perubahan iklim.Selain itu juga perubahan pola makan pun
ikut mempengaruhinya,yaitu seoerti masyarakat Maluku dan Papua yang
semula makan sagu beralih makan nasi ”ujar Wapres pada acara ulang tahun
Perum Bulog ke 49 tahun, di Kantor Perum Bulog,Jakarta,Selasa
(10/5/2016).

Menurut Wapres untuk mengatasi persoalan pangan
tersebut diperlukan kehadiran teknologi pertania yang mampu meningkatkan
produktivitas produk pangan.Namun tidak hanya itu saja yang
diperbaiki,tetapi masalah distribusi pun perlu dibenahi,sehingga dapat
menolong kelancaran pendistribusian pangan sampai ke masyarakat.

Wapres
menyatakan,dalam tata niaga beras Perum Bulog hanya menguasai sekitar 7
persen,sedangkan sisanya 93 persen ada di tangan pedagang.

Walaupun
pedagang itu menguasai paling banyak,namun pejabat jangan langsung
menuduh pedagang mempermainkan pasokan  dan harga beras di pasaran
(sebagai mafia).Karena untuk melakukan spekulasi beras sangat
sulit,karena bentuknya yang besar sehingga memerlukan membutuhkan tempat
luas.Demikian juga beras tidak tahan lama untuk disimpan.

“Memang ada sejumlah pihak yang memainkan harga beras,tapi tidak sejahat yang kita duga,”imbuh Wapres.

Pada
kesempatan itu,Wapres menegaskan pasokan  beras saat perayaan Idul
Fitri tidak pernah ada masalah. Pasalnya, ketika lebaran, masyarakat
Indonesia makan beras lebih sedikit dibandingkan saat tidak Lebaran.

Menurutnya
yang menjadi masalah secara tiba tiba naik,yaitu pangan seperti
telur,ikan,cabe dan daging ayam,dan daging sapi.Namun saat lebaran
petani juga harus merayakan lebaran dengan harga yang pas.

Sementara
Dirut Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan,Bulog siap memasok
kebutuhan beras  selama bulan Puasa dan perayaan Idul Fitri.

“Kami
punya stok pangan beras yang cukup dan memiliki kantong-kantong
penyebaran beras. Karena itu pasokan beras cukup aman,”tutur Djarot.

Dia
menambah,pasokan beras Perum Bulog hingga saat ini dan menjelang puasa
serta Lebaran masih aman, yaitu sekitar 2juta . Tetapi ke depannya 
diharapkan pasokan bisa naik lagi mencapai 2,5 juta ton yang dipasok
dari petani dalam negeri. (Lili Supaeli/BB)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × three =

Rekomendasi Berita