by

Yuni Masruroh: Indonesia Darurat Gempa, Hentikan Dengan Taubatan Nasuha

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Gempa berkekuatan 6,4 SR terjadi di Jawa Timur pada kamis 11
Oktober 2018 dini hari. Berdasarkan keterangan Badan Meteorologi dan Geofisika
(BMKG), gempa ini berpusat di 61 km sebelah timur laut Situbondo, Jawa Timur. 

Untuk kesekian kalinya kita kembali diingatkan oleh Sang Maha Pemilik Bumi
untuk segera kembali pada ampunan-Nya. Memohon ampun kepada Allah Sang Pemilik
jagad raya. Sungguh, tidaklah Allah menimpakan bencana kepada kita ketika kita
berada dalam ridho-Nya.
  
Diceritakan oleh Ibn Abi Dunya dari Anas bin Malik, bahwa
beliau bersama seorang lelaki lainnya pernah menemui Aisyah. Lelaki ini
bertanya, “Wahai Ummul Mukminin, jelaskan kepada kami tentang fenomena
gempa bumi!”. Aisyah menjawab, ” Jika mereka sudah membiarkan zina,
minum khamr, main musik, maka Allah yang ada di atas akan cemburu. Kemudian
Allah perintahkan kepada bumi: “Berguncanglah, jika mereka bertaubat dan
meninggalkan maksiat, berhentilah. Jika tidak hancurkan mereka”. Orang ini
bertanya lagi, ” Wahai Ummul Mukminin, apakah itu siksa untuk
mereka?”. Beliau menjawab: “itu adalah peringatan dan rahmat bagi
kaum mukminin, serta hukuman, azab, dan murka Allah untuk orang kafir”.
(Al Jawab Al Kafi, hal 87-88).
  
Gempa yang mengguncang bumi Indonesia terhitung sering sejak
gempa Lombok, Palu, kemudian disusul dengan gempa-gempa di daerah lain termasuk
salah satunya gempa yang terjadi di Situbondo, Jawa Timur tadi malam. 

Tidakkah
hal itu cukup bagi kita sebagai peringatan kesekian kalinya, bahwa apa yang
dilakukan oleh penduduk bumi ini termasuk yang di Indonesia sudah berada di
batas darurat. Ya, darurat untuk segera kembali pada ampunan dari Allah dengan
mengambil seluruh aturan-Nya dalam Al-Qur’an dan Hadits. Tanpa memilih-milih
aturan mana yang enak atau yang tidak bagi kita. Karena sudah seharusnyalah
kita sebagai hamba dari Allah Sang Maha Pemilik Kehidupan untuk selalu taat
dengan segala apa yang diperintahkan-Nya.
Kedzaliman dan kemaksiatan yang ada saat ini hendaknya segera
dihentikan. Maraknya pergaulan bebas, LGBT, korupsi, kedzaliman penguasa
terhadap rakyatnya dengan kebijakan-kebijakannya yang menyengsarakan rakyat,
serta pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum Allah yang sampai saat ini terus
dilakukan. Segera bertobat dengan tobatan nashuha, sebelum Allah Yang Kuasa
yang akan menghentikannya dengan menurunkan azab yang tidak hanya ditujukan
bagi mereka yang bermaksiat, Na’udzubillah. Semoga kita bisa segera mengambil
pelajaran dari apa yang sudah Allah timpakan pada suatu wilayah dengan gempa
bumi yang dapat menghancurkan segalanya. 
Wallahua’lam.[]

Penulis adalah anggota penulis online

Comment

Rekomendasi Berita