Yuyun Suminah: Negeri Serba-Serbi, Serbu!

Berita1242 Views
Yuyun Suminah, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Apa yang terlintas ketika mendengar kata serba-serbi? Serba-serbi mempunyai arti bermacam-macam atau beraneka ragam menurut kamus besar bahasa indonesia (KBBI) sesuatu yang banyak variasinya atau kalau diibaratkan seperti Toserba (Toko Serba Ada) menjual beraneka perlengkapan. 
Begitu pun dengan negara kita Indonesia serba serbi beranaeka ragam mulai dari ragam bahasa, budaya, suku, SDA (Sumber Daya Alam) Indonesia, mulai dari dasar bawah tanah, dasar laut, gunung, hutan memiliki potensi luar biasa. Sampai ada pribahasa mengatakan “tongkat ditanam saja tumbuh dan bisa dimakan” yang menandakan suburnya tanah Indonesia. Tidak aneh negeri kita yang serba-serbi ini jadi incaran pihak asing bahkan sudah banyak yang dimiliki asing. Miris!
Salah satu serbuan budaya asing kepada kalangan muda-mudinya yang merupakan aset bangsa penerus sebuah peradaban kini diserbu oleh budaya barat dengan maraknya pergaulan bebas salah satunya aktivitas pacaran. Seperti sudah membudaya aktivitas pacaran dikalangan generasi muda, tidak peduli lagi melanggar norma-norma agama. Kehamilan di luar nikah pun menjamur ketika bingung mencari solusi aborsi menjadi jalan pintas dari masalah tersebut.  
Akar Masalah
Serbuan masalah tersebut bukan berarti datang dengan sendirinya. Pasti ada sesutu yang mendatangkannya melalui aturanlah semua bermula. Aturan yang dipakai adalah kebebasan dibawah payung HAM (Hak Asasi Manusia). Bebas memiliki kekayaan, bebas berprilaku dan bebas berpendapat. Di mana pemahaman ini melahirkan pemikiran pemisahan kehidupan dari agama atau yang dikenal sekularisme. Mustahil solusi yang di berikan hanya bisa tambal sulam. Serbuan masalah pergaulan yang menimpa negeri ini hanya di selesaikan oleh hukum buatan manusia. Padahal mengstandarkan solusi pada akal manusia kemustahilan karena akal manusia yang mempunyai keterbatan. Serbuan masalah tidak lagi bisa diselesaikan oleh hukum buatan akal manusia. 
Kehamilan di luar nikah yang akhirnya melegalisasikan aborsi itu bukan solusi dari maraknya kasus tersebut baik kasus pemerkosaan (Republika.co.id) maupun kasus yang didasari suka sama suka yang berawal dari aktivitas pacaran dalih yang mereka pakai Hak saya pacaran walaupun nanti hamil tidak ada yang merugikan orang lain.  Tinggal dinikahkan kalau belum siap tinggal diaborsi toh aborsi sudah legal. Miris
Hal tersebut karena tidak adanya aturan tegas dalam sistem pergaulan. Hukum yang ada juga tidak bisa memberikan efek jera kepada para pelaku aborsi dan para pelaku pacaran. 
Kembalikan Pada Hukum-Nya
Dalam islam semua aspek kehidupan mempunyai aturan salah satunya aturan pergaulan, pergaulan laki-laki dan perempuan Islam membatasinya. Larangan berdua-duaan (Khalwat) dengan lawan jenis atau pacaran.
Rasulullah berpesan lewat sabdanya “Janganlah seorang laki-laki itu berkhalwat (menyendiri) dengan seorang wanita kecuali ada mahram yang menyertai wanita tersebut”. (HR. Bukhari & Muslim)
Allah pun mengingatkan kita untuk tidak mendekati zina seperti firman-Nya yang artinya “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk”. (TQS. Al-Israa: 32)
Mendekatinya saja sudah Allah anggap sebagai bentuk kemaksiatan. Ketika pacaran itu sebuah tindakan kriminal yang ketika dilanggar maka pelaku akan terkena sangsi, dengan seperti itu hamil diluar nikah atau tindakan aborsi tidak akan terjadi. Apalagi bagi seorang muslim ketika melaksanakan hukum yang sudah dilegalkan oleh negara maka akan mendapatkan pahala karena sudah menjalankan perintah Allah.
Kembalikan semua masalah tersebut dengan solusi dari islam dan peran negara pun sangat dibutuhkan karena negara punya andil besar dalam melegalisasikan suatu hukum, negara juga bisa memberikan sangsi tegas kepada para pelaku maksiat. Tentu hukum yang berasal dari syariat-Nya bukan hukum buatan manusia yang memiliki keterbatasan.
Ketika hukum-Nya di terapkan maka tidak hanya kebaikan di dunia yang akan didapatkan tapi kebaikan di akhiratpun akan diraih. Wallahualam.[]

Penulis adalah komunitas Aliansi Peduli Ummah Karawang

Comment