by

Ahok Gubernur Pengembang, Tidak Peduli Warganya Menangis

Ahok.[dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Rizal Ramli mengecam kebijakan Gubernur DKI Jakarta yang suka menggusur
pemukiman warga. Menurutnya, Ahok sama sekali tak mempedulikan rakyat
yang menangis karena bangunan rumahnya digusur paksa oleh Pemprov DKI.

Maka,
mantan Menko Kemaritiman dan Sumber Daya ini menjuluki Ahok sebagai
‘Gubernur Gokil’.  “Kalau pikirannya normal, saat mau jadi gubernur ya
nanti menggusurnya. Namun ini pemikirannya apa ya, gokil lah,” kata
Rizal dalam sebuah diskusi di Gedung Joang 45, Kamis (15/9/2016).

Rizal
yang juga pernah menjabat Menko bidang Perekonomian di masa Presiden
Abdurahman Wahid, lantas menyoroti upaya Ahok yang kerap meminta dana
sumbangan kepada pengembang.

Sikap Ahok itu mengesankan DKI
Jakarta sebagai daerah miskin. Padahal, kata Rizal, anggaran DKI Jakarta
sudah mencapai Rp73 triliun. “Dia meyakinkan pengembang bahwa dia
gubernur pengembang bukan (gubernur rakyat), sehingga pengembang
memberikan setoran. Ini cara yang gokil,” katanya.

Padahal, kata
ekonom pro rakyat ini, permintaan uang ke pengembang, tidak  sesuai
ketentuan undang-undang. “Ini cara off the budget yang melawan UU
Keuangan Negara, kenapa lembaga lain diam saja,” kata Rizal.

Atas
pertimbangan semua itu, Rizal menyatakan bahwa Jakarta tak bisa
dipimpin lagi oleh Ahok. “Ini sangat gokil, kita gusur ‘Raja Gokil’ di
Jakarta,” katanya.

Sementara itu dalam diskusi  bertema ‘Jakarta
tanpa Ahok’ yang diselenggarakan kelompok ‘Indonesia Bergerak’,
pengamat politik Adhie M Massardie mengatakan, munculnya sikap anti cina
karena kebodohan Ahok yang menodong pengembang untuk membangun rusun.

Selian
itu Ahok mencoba untuk memasukkan kembali TNI Polri berpolitik kembali
dengan dilibatkannya untuk melawan rakyat kecil, padahal TNI/Polri
merupakan aparatur Merah Putih bukan militer merah, cetusnya.

“Ahok
itu menolak demokrasi dan tidak mau menerima kritik dari rakyat. Ini
merupakan bukti bahwa sosok Ahok tidak ideal menjadi sosok pemimpin,”
serunya.

Sementara itu budayawan Betawi Ridwan saidi mengatakan,
untuk Pilkada yang akan datang, Ahok itu jangan di pilih, cuma itu
solusi untuk melawan dia.

“Penggusuran warga di pinggir kali dan
di pinggir rel yang tidak mempunyai batas. Ini merupakan sikap
kesewenang wenangan Pemerintah DKI. Kita sayangkan pihak bersenjata di
manfaatkan dalam hal ini, ungkap Ridwan.

Dia menambahkan, pembangunan apartemen dan hotel yang menyebabkan warga Jakarta terusir dari tanah nya sendiri. (Afu)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 + 20 =

Rekomendasi Berita