Ambisi Israel Raya, Umat Muslim Harus Segera Bersatu Selamatkan Palestina

Opini26 Views

Penulis: Zahrotun Nurul, S.Pd | Tenaga Pendidik

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA- Israel terus melancarkan aksinya di Palestina. Meskipun berbagai kesepakatan gencatan senjata telah diumumkan, serangan terhadap warga Palestina masih terus terjadi. Anak-anak, perempuan, dan warga sipil menjadi korban kekerasan yang berkepanjangan. Tragedi kemanusiaan ini menghadirkan luka mendalam bagi rakyat Palestina yang hingga kini masih berjuang mempertahankan tanah dan kehidupannya.

Warga Gaza terus menghadapi tekanan yang semakin berat. Wilayah mereka kian menyempit akibat berbagai kebijakan dan operasi militer yang dilakukan Israel. Kondisi ini membuat masyarakat Gaza berada dalam situasi yang serba sulit, baik dari sisi keamanan, ekonomi, maupun akses terhadap kebutuhan dasar kehidupan.

Masjid Al-Aqsa, yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam sebagai kiblat pertama, juga menjadi simbol penderitaan yang dirasakan kaum Muslim di seluruh dunia. Berbagai pembatasan dan pengawasan yang terjadi di kawasan tersebut dipandang sebagai bentuk ketidakadilan yang menyakiti perasaan umat Islam.

Karena itu, banyak kalangan menilai bahwa pembelaan terhadap Palestina bukan hanya persoalan politik, tetapi juga bagian dari tanggung jawab keimanan.

Namun demikian, hingga saat ini umat Islam belum mampu menunjukkan kekuatan persatuan yang signifikan. Padahal jumlah kaum Muslim di dunia mencapai lebih dari dua miliar jiwa.

Kondisi ini seharusnya menjadi momentum untuk membangun solidaritas yang lebih kuat demi membantu rakyat Palestina dan menjaga kehormatan Masjid Al-Aqsa.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Tidak beriman (dengan sempurna) salah seorang di antara kalian sampai ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari No. 13 dan Muslim No. 45).

Salah satu faktor yang membuat Zionis Israel tetap kuat adalah dukungan negara-negara besar dunia, terutama Amerika Serikat. Dominasi ideologi kapitalisme telah memberikan pengaruh besar dalam percaturan politik global, termasuk terhadap dunia Islam yang saat ini terpecah ke dalam banyak negara dan kepentingan.

Padahal, Allah SWT telah memberikan kedudukan mulia kepada umat Islam. Sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ali Imran ayat 110:

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah.”

Kemuliaan tersebut hanya dapat diraih apabila umat Islam menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam seluruh aspek kehidupan. Pandangan ini sejalan dengan nasihat Khalifah Umar bin Khattab yang diriwayatkan dalam berbagai sumber:

“Sesungguhnya kita adalah kaum yang Allah muliakan dengan Islam. Ketika kita mencari kemuliaan bukan dengan apa yang Allah telah muliakan kita (selain Islam), maka Dia akan membuat kita hina.”

Sejarah telah menunjukkan bahwa ketika umat Islam menjadikan Islam sebagai pedoman hidup, baik pada level individu, keluarga, masyarakat, maupun negara, mereka mampu tampil sebagai peradaban besar dunia.

Sejak Rasulullah SAW hijrah ke Madinah dan membangun pemerintahan Islam pertama, umat Islam berkembang menjadi kekuatan yang disegani dan memberikan pengaruh luas terhadap peradaban manusia.

Dalam perjalanan sejarah berikutnya, peradaban Islam berkembang menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dan kekuatan dunia. Kondisi tersebut berubah ketika umat Islam mulai meninggalkan ajaran agamanya dan lebih banyak mengadopsi sistem kehidupan Barat.

Puncaknya terjadi pada tahun 1924 ketika Khilafah Utsmaniyah runtuh dan dunia Islam terpecah menjadi banyak negara. Peristiwa tersebut sebagai salah satu awal melemahnya posisi umat Islam, termasuk dalam persoalan Palestina.

Karena itu, solusi bagi persoalan Palestina tidak cukup hanya dengan kecaman atau bantuan kemanusiaan semata. Umat Islam perlu kembali memperkuat persatuan, menjadikan Islam sebagai pedoman hidup, serta membangun kepemimpinan yang mampu menyatukan kekuatan kaum Muslim di seluruh dunia.

Persatuan umat Islam merupakan kunci untuk mengembalikan kemuliaan kaum Muslim sekaligus membebaskan Palestina dari penjajahan.

Dengan persatuan tersebut, umat Islam diyakini dapat kembali menjadi kekuatan besar yang membawa rahmat bagi seluruh alam sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW dan generasi setelahnya.

Harapan tersebut didasarkan pada janji Allah SWT dalam Surah An-Nur ayat 55:

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar keadaan mereka sesudah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa….”

Pada akhirnya, tragedi Palestina tidak hanya menjadi persoalan rakyat Palestina semata, melainkan juga ujian bagi solidaritas dan kepedulian umat Islam di seluruh dunia.

Jalan menuju kemuliaan umat dan pembebasan Palestina hanya dapat ditempuh melalui penguatan iman, persatuan, dan komitmen untuk kembali menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman kehidupan. Wallahu a’lam bishshawab.[]

Comment