by

Cuaca Buruk Hantam Kapal Nelayan Jember, 6 dari 21 Orang Tewas, 6 Lainya Hilang

Detik detik tenggelamnya kapal nelayan di pantai Puger
RADARINDONESIANEWS.COM, JEMBER – Cuaca buruk hantam Kapal Nelayan di Plawangan Pantai Puger Kabupaten Jember Jawa Timur. Akibatnya 6 dari 21 orang penumpang tewas, 9 lainnya berhasil diselamatkan.
Berdasar informasi yang dihimpun, sampai saat ini 6 orang yang dinyatakan hilang masih dalam proses pencarian petugas. Karamnya kapal Nelayan “Joko Berek” ini terjadi saat perjalanan pulang setelah tiga hari melaut mencari ikan di perairan pantai Puger.
“Korban ditemukan meninggal sebanyak enam orang, selamat sembilan anak buah kapal, sementara yang dinyatakan masih dalam pencarian sejumlah enamOrang.” demikian disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusuworo Wibowo, SH, SIK, MH, kepada sejumlah media, Kamis (19/7/2018).
Perahu milik H Sudirman ini, dinahkodahi H Dirman, (50) Warga Dusun Mandaran I Desa Puger Kulon, dengan 20 Anak Buah Kapal (ABK). 6 ABK meninggalyaitu P Cecep (45) Puger Kulon, So’im (50) Balung, Hasan (50) Balung, Hadi (21) Puger Kulon, Ulum (35) Puger Wetan dan Kowi (Mandaran Puger Kulon).
ABK yang Selamat H Dirman (50) Nahkoda, Puger Kulon, P Tar (45), Puger Kulon, P Nawar (50), Puger Kulon, Saiful (22) Puger Kulon, Ran (60) Puger Kulon, P.Ranli (35), Puger Kulon, Sahroni (27) Puger Kulon, P.Sugeng (50), Puger Kulon, P.Sin (35) Balung. Sementara yang dalam pencarian, Munaji (45), Puger Kulon, Safik (65) Puger Kulon, Budi (47) desa Mojosari, Kozim, Su’eb, satu nama belum diketahui.”
Tempat itu merupakan yang paling sering terjadi kecelakaan laut, dan dipasang bendera hitam, karena desakan ekonomi nekat melaut. “Menurut keterangan Keluarga sudah tiga hari kapal ini melaut, dalam suasana cuaca ektrim dengan ketingian gelombang setinggi empat hingga lima meter.” ungkapnya.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jember Heru Widagdo, pihaknya langsung mengirimkan Team Reaksi Cepat (TRC) sebanyak 10 orang dan dari Basarnas sebanyak 8 orang , namun masih belum berani bergerak ini disebabkan ombak yang masih besar.” katanya (edw).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

12 − six =

Rekomendasi Berita