by

Denis Haryanti, S.H: Hukum Sudah Baik Tapi Dipengaruhi Kepentingan Politik

Denis Haryanti, S.H.[Dok/pribadi]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Wanita berparas cantik kelahiran kota Jambi, 14 Oktober 1980 ini sangat energik di usianya yang telah memasuki angka 37 dengan profesinya sebagai pengacara. Ini terbukti dengan keberangkatannya seorang diri dari Jakarta ke kota Jambi untuk mengikuti sidang di PTUN Kabupaten Muara Jambi.

Denis Haryanti, S.H, pengacara cantik yang menetap di Jakarta ini merupakan putri dari pasangan Ibrahim Adnan dan Zurkiati. Sebagai lawyer, sepak terjang Denis di bidang hukum tidak diragukan lagi dengan rentang waktu 6 tahun pengalaman praktek dan latar belakang pendidikan S1 fakultas hukum Trisakti Jakarta.
Performa dan penampilan Denis sebagai pengacara sedikit berbeda, dirinya tampak manis dengan kacamata dan balutan jilbab yang dikenakannya. Bahkan ada yang berbisik, pengacara dengan tinggi badan 160 dan berat 57 ini sangat modis bak seorang model.
Demi tegaknya sebuah keadilan, dalam praktek di lapangan, pengacara yang idealis ini siap tidak dibayar oleh klien yang benar-benar harus dibantu karena katanya, nilai sebuah pekerjaan yang digelutinya ini didasari oleh hati nurani.

Tennis meja, volley, dan renang merupakan cabang olah raga yang menjadi hobinya. Menurut Denis, hobinya ini tidak ada yang istimewa dan hanya untuk menjaga stamina. Selain itu, dirinya juga sudah menekuni olah raga Taekwondo sejak masih di SMP. Olah raga yang satu ini dilakukannya untuk memperisai diri dari tangan jahil laki-laki. Sebagai pengisi waktu senggang, bernyanyi juga menjadi bagian hidup sang pengacara cantik ini.

Saat ditanya seputar persoalan penegakkan hukum di negeri ini, pengacara penyuka warna merah dan biru ini mengatakan secara jujur bahwa dirinya melihat subjek hukum ini sudah benar hanya saja dalam pelaksananaannya banyak diintervensi oleh kepentingan politik.

“Jujur saja kalau kita melihat subjek hukum di NKRI ini sudah benar hanya pelaksanaannya saja banyak dipengaruhi oleh kepentingan politik sehingga hukum ini dijadikan sebagai alat untuk mencapai suatu tujuan.” Ujanya singkat.
Sebagai perempuan dengan profesi sebagai pengacara, Denis sangat menjaga performa. Sehari-hari, pengacara ini tetap berbusana kasual namun saat menjadi seorang pengacara, dirinya lebih cenderung dengan penampilan formal.

Latar belakang dirinya terjun sebagai pengacara, Denis beralasan bahwa dirinya sangat peduli dengan sesama terutama dalam perkara hukum. Dalam praktek pembelaan hukum yang dilakukannya, Denis tak segan memberi bantuan dan tetap melakukan pembelaan terhadap klien yang lemah secara ekonomi.

“Kami ini advokat dan simbol profesi kami adalah ofesiumnoble, profesi yang mulia membela dan mencari keadilan hukum. Kalau klien yang tidak mampu tapi benar dan sangat membutuhkan pembelaan kita, maka tetap saya bela.” Ujar Denis.
Di akhir perbncangan, Pengacara yang masih cantik di usianya yang sudah 37 tahun ini berpesan kepada kaum hawa agar menjadi perempu yang berguna bagi masyarakat banyak terutama bagi diri keluarga sendiri.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four + 9 =

Rekomendasi Berita