by

Dipimpin Ustad Warga Tebet Tolak Kedatangan Ahok

Warga Tebet tolak kedatangan Ahok yang telah menistakan agama Islam dan Al-quran
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Puluhan warga se kecamatan Tebet, Jakarta Selatan melakukan aksi unjukrasa menolak kedatangan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk meresmikan RPTRA Akasia Jalan Tebet Barat Raya RT 11 RW 07 Tebet Barat, Jakarta Selatan.

Massa menolak kedatangan Ahok karena dianggap telah melakukan penistaan terhadap agama Islam. Namun, aksi mereka dihadang oleh aparat kepolisisan yang sudah berjaga. Aksi mereka tertahan sekitar 250 meter dari lokasi RPTRA.

Ustad Syakir, pemimpin aksi menyayangkan penghadangan yang dilakukan kepolisisan. Ia berdalih hanya ingin menyampaikan aspirasi umat Islam.

“Kedatangan kami ke sini karena kami umat Islam merasa tersinggung atas ucapan Ahok. Dia telah menghina umat Islam,” ucap Syakir, Jumat (21/12016).

Sempat terjadi aksi saling dorong antara warga dengan polisi saat massa memaksa mendekat lokasi peresmian. Akhirnya Ustad Syakir, sebagai perwakilan menemui pihak keamanan untuk melobi agar bisa mendekat. Namun upayanya sia-sia.

“Kalau begini kita akan laporkan ke Kapolda langsung. Masa kami dihalang-halangi begini,” imbuhnya kecewa.

Meski dihalangi, massa tetap bertahan dan melakukan orasi yang meminta penegak hukum segera memproses laporan terkait penistaan agama yang dilakukan gubernur.

“Ahok adalah pemecah kerukunan di NKRI. Kami tidak ingin punya pemimpin penista agama. Saya minta hukum ditegakkan secara adil,” teriak seorang pendemo.

Diketahui pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama saat kunjungan kerja di Kepulauan Seribu yang menyinggung Al Qur`an surat Almaidah ayat 51 dinilai melecehkan agama Islam. Hal ini menimbulkan reaksi keras dari masyarakat. Beberapa organisasi masyarakat memprotes dan melaporkannya ke Bareskrim dengan tuduhan penistaan agama.(Haris/ragil/gin)

Comment

Rekomendasi Berita