by

Endi, Tokoh Betawi Kramatjati: Perubahan Sosio Kultural Masyarakat

Endi, Tokoh masyarakat Betawi

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA Para ahli sosiologi meyakini bahwa masyarakat atau kaum manapun di dunia ini pasti mengalami perubahan, termasuk masyarakat Betawi. 


Berdasarkan kemajuan zaman, mungkin. Hanya tingkat perubahan itu yg berbeda dalam hal kecepatan, kalau dulu perubahan berjalan lambat, beda dengan sekarang perubahan yang terjadi demikian cepat.

Namun perubahan yang terjadi sering kali melahirkan masalah dalam masyarakat, ada yang mampu beradaptasi dengan cepat, ada pula yang lambat dalam beradaptasi menghadapi perubahan yang semakin cepat dan terus semakin cepat.
Perubahan yang sangat nyata terjadi ialah perubahan sosial di masyarakat. Perubahan sosial ini sangat mungkin terjadinya ‘disorganisasi’, yaitu cara-cara lama atau tradisional akan hilang tergerus zaman dan lahirlah cara-cara baru yang berkembang.

Perubahan sosial diterjemahkan oleh para ahli sosiologi sebagai perubahan struktur sosial yg termasuk di dalamnya adalah pola-pola perilaku dan interaksi sosial.

Para peneliti memasukkannya kedalam definisi perubahan sosial seperti, norma, nilai dan fenomena kultural. 


Pada akhirnya perubahan sosial melahirkan perubahan pada struktur dan fungsi dalam system sosial demikian pula terhadap aspek kebudayaan, seperti nilai-nilai, norma-norma, kebiasaan, kepercayaan, tradisi, sikap dan pola tingkah laku dalam masyarakat Betawi.

Artinya,perubahan sosial adalah sebagai perbedaan nyata di dalam unsur-unsur masyarakat bila dibandingkan dengan masyarakat Betawi sebelumnya aAtau dalam istilah sekarang disebut perubahan sosial-kultural ( socio cultural change)

Menghadapi perubahan sosial kultural ini, sejauh mana peran Bamus dan Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB) dalam memaksimalkan perannya menjaga tradisi, norma-norma, nilai-nilai, serta tingkah dan pola perilaku dari masyarakat Betawi. 

Kita tunggu bersama apa yang diperankan oleh kedua lembaga tersebut, dalam rangka memelihara, melindungi dan memberdayakan semua unsur-unsur tersebut.

Agar Betawi secara kultural tidak musnah, itulah sekedar catatan kecil dari bang Endi kepada redaksi RadarIndonesiaews.com, Rabu (1/8/2018).[Wid]

Comment

Rekomendasi Berita