by

Fitriani S.Pd: Monsterisasi Islam Dimassifkan, Islam Moderat Dikampanyekan

Fitriani, S.Pd., Penulis
RADARIDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Islam kian hari kian tersurutkan. Itulah kenyataan pahit yang harus ditelan oleh kaum muslim hari ini. Bagaimana tidak, label teroris, radikal, extreme, pemecah belah NKRI dan anti pancasila seolah begitu gamangnya di sematkan, jika pelakunya adalah muslim yang suka ikut kajian, rajin shalat di mesjid, ingin memperjuangkan tegaknya syariat Islam secara kaffah dan lain-lainnya.
Tentu kita masih ingat bagaimana kasus bom bunuh diri yang menggemparkan tanah air beberapa waktu yang lalu, yang pelakunya beridentitas muslim. Bahkan bak hantu gentayangan di siang bolong, tragedi serupa masih terus terjadi. Seperti yang dikutip dari Detik.com (16/7/2018), kasus bom kembali terjadi pada tanggal 15 Juli 2018 di Polres Indramayu. Kantor yang bertugas sebagai keamanan tersebut mendapat kejutan pahit berupa pelemparan bom panci ke halaman kantor. 
Belum lagi pembubaran secara sepihak organisasi massal trans internasional yang memperjuangkan syariat Islam tegak dimuka bumi itu. Mereka dibubarkan secara paksa melalui tongkat ajaib perrpu ormas, dengan menyematkan tudingan-tudingan negatif yang tak bisa dibuktikan di pengadilan. 
Parahnya, ditengah-tengah massifnya Islam tersudutkan, ditawarkanlah Islam moderat sebagai solusi terbaiknya. Islam yang netral. Toleran. Nasionalis. Pancasilais. Tidak ke kiri dan tidak ke kanan. Istilahnya ia berada di pertengahan dari dua ujung tombak yang saling berlawanan. Tidak extreme dalam pemahaman maupun pengamalan. Islam moderat bisa di katakan pertengahan antara ingkar dan taqwa. Sehingga, menurut mereka Islam hanya perlu menjalankan ibadah mahdo saja dan mengingkari peran agama dalam lingkup kehidupan, termaksud dalam bernegara.
Tentu, solusi ini mengaburkan makna dan peran Islam yang sebenarnya. Islam sebagai jalan hidup harusnya dipakai dalam seluruh aspek kehidupan, termaksud dalam bernegara. Islam moderat yang ditawarkan juga dapat memecah belah Islam itu sendiri. Islam seolah ada yang baik dan tidak baik. 
Islam moderat juga dianggap yang paling baik. Padahal, tanpa disadari, opini ini telah memaksa kaum muslim meninggalkan identitas Islamnya serta mendorong untuk mengambil nilai-nilai sekuler dan liberal. Bila di Barat, segregasi (pemisahan) pria wanita muslim dianggap sikap ekstremis maka mendorong Muslim hidup dengan pergaulan ikhtilat pria wanita. Sedang di negeri ini, muslim didorong menjadi kaum pluralis dan moderat dengan ikut merayakan natal bersama, membela kelompok LGBT dengan alasan kemanusiaan dan bahkan meninggalkan tuntunan memilih pemimpin sesuai tuntunan agama agar tidak dianggap fanatik atau radikal. Itulah yang diajarkan oleh Islam moderat.
Monsterisasi Islam juga merupakan serangan terhadap ideologi Islam. Tentu, menyerang Islam dan umat Islam adalah cara kaum sekuler penganut ideologi kapitalisme untuk memberangus lawan ideologinya sejak dari akarnya. Mereka ingin menutupi realita bahwa sistem mereka bangkrut, rezim mereka korup dan masyarakat yang dihasilkannya bobrok. Dan tidak menghendaki Islam yang menggantikan posisi ideologisnya. Sehingga ajaran Islam dimonsterisasi, dikesankan jahat dan para pengembannya dibungkam agar tidak menyuarakan Islam yang sebenarnya.
Tentu saja, bagi mereka kaum kafir Bar-bar, ajaran Islam tentang sistem politik /khilafah adalah benalu yang mematikan. Sehingga harus diberangus dan di halau tegaknya ditengah-tengah umat. Hal tersebut juga merupakan dampak dari paranoidnya para politisi Barat dan antek-anteknya terhadap meningkatnya jumlah muslim dan potensi kebangkitan Islam politik, yang malah kian memanas karena dibahan bakari oleh narasi media yang massif memberitakannya. Karena jika Islam kembali berkuasa otomatis hegemoni mereka di dunia Islam akan berakhir. 
Islam itu Rahmatan Lil Alamin
Sesungguhnya Allah menjadikan Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam semesta. Islam sebagai ajaran Ilahiyah yang mampu menghantarkan kepada rahmatan lil alamin. Ajaran Islam saat di terapkan secara kaffah dalam sistem Khilafah Islamiyah telah mampu menjaga agama, akal, jiwa, harta, dan keturunan semua warga negara khilafah baik muslim maupun non muslim. Islam mampu menjaga aspek kemanusiaan, menerapkan keadilan dan memberi kesejahteraan bagi umat. Islampun tidak pernah mengajarkan pada umatnya untuk membunuh diri sendiri, terlebih melibatkan orang lain.
Upaya memonsterisasi Islam tidak akan pernah mampu membuat umat takut terhadap Islam. Sebagaimana monsterisasi Islam di Barat, bukan membuat Islam semakin terpinggirkan. Bahkan fakta menunjukkan teror islamophobia di Barat telah menyebabkan semakin banyak orang Barat yang tertarik pada Islam dan berbondong-bondong masuk Islam setelah mereka mencari tahu tentang Islam secara benar. 
Hal yang sama juga terjadi pada kaum muslim yang ada di Indonesia. Semakin ajaran Islam di halang-halangi dan pengembannya dipersekusi. Malah membuat masyarakat semakin penasaran dan bahkan berduyun-duyun untuk berjuang bersama mengembalikan kehidupan Islam, yang aturannya terterapkan secara keseluruhan.
Semoga kesadaran kaum muslimin semakin tinggi. Menyadari bahwa secara hakiki Islam adalah agama yang diridloi Allah Swt dan akan dimenangkan. Wallahu A’lam Bissawab.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen + three =

Rekomendasi Berita