by

Yuyun Suminah, A. Md: Islam Selera Nusantara

Yuyun Suminah, A. Md, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sobat, pernah makan mie instan? Pastinya pernah dong, udah nggak bingung milih rasa kan? Itu mungkin dulu mie instan cukup satu rasa saja, sekarang mau rasa apa saja gampang tinggal milih. Mau mie instan rasa soto betawi, soto banjar, madura banyak deh pokonya.

Mau makan mie instan rebus atau mie goreng rasa daerah manapun ada, nggak usah jauh-jauh pergi ke daerah tersebut. Sampai ada merek mie instan yang mengambil rasa nusantara. Enak. Ngomongin mie instan ko jadi laper ya, hehe. 
Bicara rasa Indonesia terkenal dengan kulinernya dari Sabang sampai Merauke. Lengkap. Membuat naik selera makan, dibuat semenarik mungkin mulai dari penampilan sampai nama menunya, dijamin deh itu menu bakalan laris manis atau nama bekennya viral. 

Secara gitu masyarakatnya pintar dalam memodifikasi menu makanan. Kalau Islam dimodif jadi selera Nusantara hasilnya gimana ya? Itu loh orang-orang bilangnya ‘Islam Nusantara’ . Nah loh nama menu makanan atau apa ya?

Islam Ala Nusantara

Islam nusantara atau Inus, menurut ketua umum PBNU, KH Said Aqil Siroj menjelaskan “ Islam Nusantara bukan agama baru. Islam Nusantara adalah Pemikiran yang berlandaskan pemikiran sejarah Islam masuk ke Indonesia tidak melalui peperangan, tapi kompromi terhadap budaya “. ( Detik.com, 04 juli 2015 lampau). 

Sepertinya menuding  bahwa Islam Arab itu ‘Radikal’ yang suka dengan peperangan atau menganinyanya. Memang enggak inget, islam yang kita anut sekarang ini asalnya dari Timut Tengan bukan ‘produk’ asli dalam negeri. 

Menganggap ajaran Islam itu fleksibel bisa disesuaikan dengan dengan kondisi daerahnya masing-masing. Ide Islam Nusantara berpotensi penyempitan makna Islam yang universal.

Misal, seorang muslimah menutup aurat bisa disesuaikan dengan daerahnya masing-masing, seharusnya seorang muslimah wajib menutup aurat sesuai alquran tanpa melihat asal-usul daerahnya. Tidak bisa diganti dengan kebaya atau sarung.

Justru dengan adanya ide ’Islam Nusantara’ yang bersifat kewilayahan terbatas itulah yang akan mengkerdilkan islam itu sendiri. Padahal ajaran Islam itu rahmatan lil’alamin alias rahmat bagi seluruh alam. Bukan cuman rahmat bagi penduduk Afrika, Eropa, Asia atau Nusantara saja. Betul? 

Ide Islam Nusantara banyak penolakan-penolan yang menyatakan ketidak setujuannya terhadap ide tersebut. Seperti penolakan dari MUI Sumatra barat menyatakan ”Tanpa ada keraguan bahwa ‘Islam Nusantara’ dalam konsep atau pengertian definisinya apa pun  tidak dibutuhkan di Ranah Minang, Sumatra Barat. Bagi kami nama ‘Islam’ telah sempurna dan tidak perlu ditambah oleh embel-embel apa pun.” (Detik.com).

Islam Itu Satu

Sob, Islam itu diibaratkan satu tubuh, kalau anggota tubuh ada yang sakit, anggota tubuh yang lain akan merasakan sakit juga, minimalnya demam. Islam itu satu,  Tuhan kita satu, Rasul kita satu, agama kita juga satu.

Allah mengingatkan kita dalam firman-Nya, “Sesungguhnya umat agama kalian ini adalah umat agama yang satu. Aku adalah Tuhan kalian, karena itu sembahlah Aku (TQS. Al-Anbiya: 92)

Sob, yuk kita lebih dalam lagi mengenal islam jangan hanya tahu sebatas aturan ibadahnya saja, bukan hanya SKSD (Sok Kenal Sok Deket) tapi juga paham islam sebagai aturan hidup berbeda dengan ajaran agama lain.  Yuk Ngaji supaya lebih dekat mengenal islam. Wallaua’alam.[]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × 4 =

Rekomendasi Berita