by

Google Tolak Pajak Damai Indonesia

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan telah memasang angka settlement dalam memajaki Google Asia Pte Ltd.

Namun, angka damai tersebut ditolak Google karena dianggap terlalu tinggi. Google meminta angka yang lebih rendah dari pada angka settlement. Maka dipastikan Google takkan membayarkan tunggakan pajaknya tahun ini.

Kepala Kantor Wilayah DKI Jakarta Khusus DJP Muhammad Haniv mengatakan, pihaknya memasang angka settlement dengan hitungan yang matang dan sudah merupakan angka nominal dari yang seharusnya dibayarkan perusahaan berbasis internet tersebut sepanjang 2015.

“Saya pasang satu angka, angka damai lah dan dia nawar di angka yang bawah sekali. Dia minta saya turun dan dia naik, enggak bisa saya bilang. Ini angka saya yang konservatif,” kata Haniv, di kantor pusat DJP, Jakarta Selatan, Selasa (20/12/2016).

Dirinya tak mau menyebutkan angka pasti yang ditetapkan. Namun, jika diibaratkan antara settlement DJP dan keinginan Google antara 10 berbanding dua atau satu per lima dari angka settlement.

Haniv menjelaskan, pemilihan angka damai ini tentunya berdasarkan melihat penerapan di berbagai dunia, seperti di London dan India yang menentukan angka damai. Dirinya mengatakan kasus pajak Google ini merupakan modus baru yang memang belum ada aturan pajaknya di dunia sehingga mereka bisa sangat fleksibel untuk negosiasi.

Asal tahu saja, Google menolak untuk dikenakan pajak oleh otoritas pajak Indonesia. Dengan menggunakan dalih bukan lah bentuk usaha tetap (BUT), Google tak membayarkan kewajiban pajaknya yang ditaksir mencapai Rp 5,5 triliun.[TB]

Comment

Rekomendasi Berita