by

Hugeng Widodo: Agus Harimurti Sensasi Penuh Misterius

Cagub Agus Harimurti bersama cawagub Sylviana Murni.[Dok.radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Majunya Agus Harimurti Yudhoyono sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta menimbulkan berbagai spekulasi yang beragam di tengah masyarakat. Terlebih beberapa pengamat politik menilai sangat riskan baginya mengkorbankan karir militer untuk maju sebagai Cagub.

Padahal jika dihitung di atas Kertas, Putra SBY ini dapat dipastikan sangat mudah untuk meraih pangkat Jenderal dan menjadi pimpinan TNI di masa depan.

Bahkan, Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy menegaskan, dia merupakan lulusan terbaik Akademi Militer angkatan 2000 yang memperoleh penghargaan Adhi Makayasa. Peraih tiga gelar master dari tiga universitas terkemuka yakni Nanyang Technological University (Singapura), Harvard University dan Webster University (Amerika Serikat), itu juga dipandang sebagai intelektual yang selama karirnya sebagai TNI, sering mendapatkan penugasan di dalam maupun luar negeri.

Pria lulusan Akmil ini juga dikenal santun terhadap para senior maupun bawahannya. Mengingat Agus yang terlahir sebagai darah biru, sebetulnya mudah baginya untuk mendapatkan aneka fasilitas mewah, namun Agus tak pernah memanfaatkan keuntungannya sebagai Putra SBY. Dia tetap bersikap rendah hati, Disukai atasan dan disegani bawahan.

Meski begitu, banyak pengamat yang mengatakan jika Ahok bukanlah musuh yang sepadan bagi Agus maupun Anies. Terlebih jika dibandingkan Agus Yudhoyono yang popularitasnya tak sepopuler dua Kandidat lainnya.

Sehingga, munculnya Agus yang tiba-tiba sebagai Kandidat merupakan sensasi politik yang patut diduga adanya konspirasi kekuatan tertentu yang mendorongnya bertarung menjadi cagub DKI Jakarta 2017.

Agus bahkan rela meninggalkan karir militernya yang cemerlang. Dan kemungkinan ada kekuatan terselubung dan full power yang mendukungnya berani tampil di Pilkada DKI. Jika Kita melihat sejarah bagaimana perjalanan sang Ayah, SBY pada pemilu 2004 lalu, pada saat itu SBY tidaklah sepopuler kandidat kuat calon presiden lainnya. Namun sejarah mencatat pak SBY berhasil duduk sebagai presiden selama 2 periode.

Dan Agus sepertinya tau betul bagaimana peta politik bisa berubah di menit-menit terakhir batas akhir pendaftaran Cagub-cawagub. Dia-pun memantapkan langkahnya bertarung merebut Kursi DKI satu, meski kurang populer, namun dalam politik segala sesuatu bisa menjadi mungkin. Terlebih dengan dukungan dan mesin partai Koalisi Cikeas yang tak bisa dianggap remeh. (hw360)

Comment

Rekomendasi Berita