by

Iyatia Yulian: Yang Berat Itu Amanah

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menjelang pertengahan tahun 2018 atau mendekati 2019. Publik mulai disibukan dengan tahun politik. Pasalnya 5 tahun kepemimpinan mulai berganti di tahun 2019. Setelah kemarin pilkada serentak, tahun depan giliran pemilihan legislatif dan juga pemilihan presiden.
Tak ayal, fenomena artis mendadak nyaleg mulai bermunculan.  Seperti yang dikutip dari Tribunews memberitakan setidaknya 74 orang dari kalangan artis mendaftar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai DPRD maupun DPR RI, setelah pendaftaran resmi ditutup pada 17 Juli 2018 lalu.

okezone.com bahwa fenomena artis terjun ke dalam dunia politik kerap terjadi di Indonesia. Terbaru ialah pentolan grup band Nidji, Giring Ganesha, yang hendak melaju ke parlemen menggunakan kendaraan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Menanggapi hal tersebut, wakil ketua DPR Agus Hermanto mengatakan siapapun bisa terjun ke dunia politik. Pasalnya, politik itu terbuka dan bagi pihak-pihak yang ingin masuk ke dalamnya haruslah mendapat restu dari masyarakat melalui pemilihan umum.

Ya, inilah demokrasi. Siapapun berhak mengajukan atau diajukan sebagai pemimpin atau pengatur urusan masyarakat. Tak peduli dia mampu atau tidak, tolak ukur yang gunakan hanyalah suara terbanyak. 

Ketika pemilihan datang rakyat di elu-elukan berkoar sejuta janji manis, ketika sudah duduk di bangku impian sibuk bagaimana cara mengembalikan modal?

Tak peduli rakyat menganga dengan segala kebijakan yang tidak pro rakyat menjera, apalagi hutang negara yang melambung, wajarlah jika korupsi menggurita.

Dalam Islam, salah satu syarat menjadi seorang pemimpin adalah amanah. Tentunya, mampu mengemban amanah mengurusi urusan rakyat. Sebagaimana Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam bersabda “Jika amanah telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi. “Ada seorang sahabat bertanya; ‘bagaimana amanah disia-siakan?‘Nabi menjawab; “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.”  (HR. Bukhari No. 6015)
Jelas, menjadi pengurus urusan masyarakat bukan hal sepele yang siapa saja dapat dengan mudah mengaturnya, dan tentunya pengurus urusan masyarakat harus di serahkan pada orang-orang yang ahli pada bidangnya serta amanah.

Jika menurut Dilan Rindu itu berat maka salah besar, justru yang berat itu amanah sebagai pengurus urusan masyarakat. 

Rasululloh saw berpesan pula pada sabda nya, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya. Penguasa adalah pemimpin dan akan ditanya tentang kepemimpinannya (rakyatnya),” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Umar). Waulohu alam.[] 

Penulis adalah anggota Revowriter

Comment