by

Jhon NR Gobai, Anggota DPRD Papua: Jangan Biarkan Jembatan Kali Nabire

Jembatan kali Nabire yang sangat penting sebagai sarana transportasi rusak parah .[Kristian/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Papua, Jhon NR Gobai mengatakan kepada semua pihak yang berkompeten agar segera menyelesaikan proyek perbaikan jembatan kali Nabire yang mengalami kerusakan tersebut.

“Jangn dibiarkan terlalu lama karena sangat membahayakan dan merugikan pelbagai aktifitas masyarakat di daerah itu.” Ujarnya kepada wartawan, Ahad (1/7/2018).

Jhon juga meminta kepada yang berkompoten agar segera berupaya menyelesaikannya. Karena, jembatan tersebut telah mengalami kerusakan cukup lama namun pemerintah berdiam diri sehingga terlihat sangat berbahaya bagi aktifitas masyarakat secara umum dan pengguna jalan.

Pembangunan jembatan sebagai penghubung sangat positif bagi kehidupan masyarakat untuk kelancaran roda perkonomian masyarakat kabupaten Nabire dan untuk kegiatan sosial masyarakat lainnya. Tanpa jembatan, masyarakat sangat sukar untuk melakukan aktivitas transportasi. Karena, harus menyebrangi sungai untuk kelangsungan perekonomiannya dan kegiatan lain yang menyangkut kehidupan mereka.

“Jembatan baja yang sudah lama di Sungai Nabire di Kelurahan Karang Tumaritis Kabupaten Nabire telah rusak beberapa tahun lalu namun belum rampung dikerjakan. Ini mengganggu aktivitas warga Nabire dan sopir angkutan di Bumi Wonoreje, Wadio dan juga untuk warga yang ingin pulang atau pergi ke Paniai, Deiyai, Dogiyai. Saya dalam perjalanan ke daerah telah menemukan belum rampungnya pekerjaan tersebut, sekarang kami perlu pertanyakan kapan pekerjaan ini akan diselesaikan. Padahal, jembatan ini kan dalam kota Nabire.”jelasnya. 

Dirinya menambahkan, jembatan sangat berfungsi untuk kelancaran jalan lintas yang lebih cepat, karena lihat faktanya di beberapa daerah yang belum ada jembatan, mereka (masyarakat di daerah itu) harus melewati dan berputar beberapa jalur jalan untuk sampai ketempat tujuan. Padahal, tempat yang ditempuh tidak terlalu jauh kalau misalnya ada jembatan sebagai penghubung.

“Sangat mempertanyakan, pembangunan ini sumber dananya apakah dari pusat, provinsi atau kabupaten serta siapa kontraktornya? Bagi saya yang penting jembatan ini harus rampung karena kondisi jembatan yang tidak mendukung bagi aktifitas warga kabupaten Nabire.” Imbuhnya.[Kristianus Degey]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four × three =

Rekomendasi Berita