by

Kisah Unik Bocah Asal Rusia yang Menguasai 7 Bahasa

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Seorang bocah asal Rusia memiliki kemampuan luar biasa dalam hal bahasa. Di usianya yang baru empat tahun, ia mampu menguasai tujuh bahasa (polygot) dengan pengucapan/aksen terbilang sempurna.

Bella Devyatkina menjadi terkenal setelah rekaman videonya beredar di internet. Dikisahkan, ia mengikuti acara pencarian bakat di sebuah stasiun televisi Rusia, bertajuk Amazing People. Ia ditantang untuk menjawab pertanyaan dari berbagai bahasa. Jika ia dapat menjawab pertanyaan tersebut, ia akan mendapatkan hadiah yang selama ini ia inginkan.

Melalui video tersebut, kita bisa melihat bahwa di luar bahasa ibunya, Rusia, Bella mampu berbicara, bahkan berdiskusi, dalam bahasa Prancis, Jerman, Arab, Inggris, Spanyol, dan Mandarin. Sebuah video lain mengungkapkan, Bella pun lancar membaca dan bernyanyi dalam berbagai bahasa. Rasa percaya dirinya sangat tinggi.

3 Kelompok Bahasa Dunia

Para ahli bahasa mengungkapkan bahwa Bella fasih berbicara dalam tiga kelompok bahasa berbeda. Rusia, Prancis, Inggris, Jerman, dan Spanyol masuk kelompok bahasa Indo-Eropa; Arab masuk kelompok bahasa Semitic; sedangkan Mandarin masuk kelompok bahasa Sino-Tibet. Karakterisktik ketiga kelompok bahasa ini amat berbeda satu sama lain dan minim kesamaan struktur linguistik.

Namun, hal tersebut bukan masalah untuk Bella. Ia dapat berpikir dengan baik dalam setiap bahasa dan menjawab pertanyaan juri—yang termasuk materi pelajaran sekolah untuk anak usia 7 tahun ke atas.

Dukungan Orangtua

Ibunda Bella, Yulia, menyatakan, awalnya sebagai orangtua, ia dan suaminya hanya mengenalkan bahasa Rusia dan Inggris saja, saat putri mereka berusia dua tahun. Tak lama setelah itu, mereka menyadari minat serta potensi luar biasa putri mereka pada linguistik. Maka secara bertahap, mereka menambahkan pelajaran bahasa asing lainnya ke dalam jadwal Bella. Kini, Bella belajar dengan penutur asli setiap bahasa. Melalui interaksi setiap hari, mereka mengajari Bella berbahasa asing lewat dongeng, lagu, membaca ensiklopedia, dan berdiskusi.

Salah satu neurologis Rusia, Semenovich, mengatakan kepada pers bahwa Bella tidak diforsir oleh orang tuanya untuk belajar. Bella sangat menikmati waktu-waktunya berbicara dengan berbagai bahasa, jadi daripada dianggap sebagai sebuah “les”, lebih tepat dianggap bahwa Bella sedang bermain dengan hal yang sangat ia cintai.

Pada kesempatan lain, seorang pakar psikologi Nesha O’Neill mengatakan bahwa usia tiga hingga empat tahun adalah masa puncak perkembangan otak anak-anak. “Pada masa inilah, anak-anak sangat tepat untuk belajar bahasa,” ujar Nesha.

Salah satu hal yang bisa kita petik dari kisah Bella ini bukanlah hanya tentang kemampuan seorang anak kecil yang luar biasa, namun juga bagaimana orang tua melihat potensi anaknya dan mau mengembangkannya sedini mungkin—tentunya dengan cara yang baik alias tidak memberikan tekanan terlalu banyak.[AW]

Comment

Rekomendasi Berita