![]() |
| Pertunjukan Tradisi Lisan Betawi, Rebana Gedigdug.[Aziz/radarindonesianewscom] |
Bersama Yayasan Mekar Pribadi dan berkolaborasi dengan Tim Rebana El Ansan menampilkan pertunjukan ‘rebana gedigdug” asli masyarakat pinggir kali pesanggrahan dengan salah satu tokohnya alm Hadji Godjali yang wafat tahun 1963. Pertunjukan visualisasi kegiatan Workshop Seni Tradisi Lisan Tahun 2017 tersebut digelar di Galleri Cipta Taman Ismail Marzuki, Cikini – Jakpus, Senin (4/12/2017).
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain pejabat Kemendikbud, Dirjen Kebudayaan, Dir Kepercayaan dan Tradisi, Pengurus Dewan Kesenian Jakarta, narasumber yang berkompeten di bidang sastra lisan, serta mahasiswa/i dan pelajar penikmat sastra Jakarta.
Abdul Aziz, Pimpinan Rombongan Beksi Dasar Hadji Godjali RPTRA Nusantara dan Rebana El Ansan menjelaskan bahwa karya seni “rebana gedigdug” mempunyai struktur pertunjukan yang runtun. Adapun struktur pertunjukan menyesuaikan pakem/pengembangannya sebagai berikut:
1. Pembukaan. Dalam pembukaan ini diisi dengan sholawat diiringi tabuhan rebana, biasanya satu sholawat untuk mengundang penonton dan pengembangan dapat ditampilkan tari dan silat.
2. Juru pantun membuka pertunjukan. Di sini, dilakoni pantun kilat yang dalam dunia akdemis disebut karmina.
Bila tidak ada yang mampu menjawab pantun tersebut, para pemain silat dan rebana disuapkan pisang yang tergantung di tengah panggung itu oleh sang juru pantun.
3. Besambut jurus silat dan pantun jago (pengembangan).
4. Penutup. Dalam moment ini ditampilkan jurus silat massal (pengembangan) dan sang juru pantun menutup pertunjukan dibarengi sholawat diiringi tetabuhan rebana.[az]












Comment