by

Menkumham Malu dan Stres, Akibat Polah Tingkah Kalapas Sukamiskin

Yasona Laoli,( ketiga dati kanan)[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menteri Hukum dan HAM, Yassona Laoly mengaku malu dengan ulah anak buahnya yang menerima suap. Bahkan peristiwa OTT Kepala Lapas Klas I Sukamiskin, Wahid Husein sempat membuat dirinya stres. “Kebangetan banget. Sudah enggak bisa ditolerir. Maka saya katakan protap harus jalan. Kalau protap jalan, SOP harus jalan,” ujarnya di Kantor Kemenkumham, Jakarta Selatan, Senin (23/7).
Agar kejadian serupa tidak terus terulang Yassona telah memerintahkan Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham, Sri Puguh Budi Utami untuk melakukan pembersihan di lapas. Ia memanfaatkan moment ini sebagai ajang bersih-bersih Lapas.
“Kalau Dirjen keblinger maka tebang lagi. Jadi saya sampaikan ke jajaran, ini momen kita untuk bersih-bersih,” pungkasnya. Wahid Husein dicokok KPK lantaran diduga menyalahgunakan jabatan dengan memberi fasilitas, memberi perizinan ataupun pemberian lainnya kepada narapidana di Lapas Klas 1 Sukamiskin.
Dalam kasus ini KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Wahid Husein staff Kalapas Hendry Saputra, narapidana kasus korupsi yang juga suami dari Inneke Koesherawati yakni Fahmi Darmawansyah, serta tahanan pendamping Fahmi Darmawansyah yaitu Andri Rahmat.
KPK mengamankan sejumlah barang bukti yang terkait tindak pidana suap Wahid yaitu dua unit mobil yaitu satu unit Mitsubhisi Triton Exceed warna hitam dan satu unit Pajero Sport Dakkar warna hitam, uang dengan total Rp 279.920.000 dan 1.410 dollar AS, catatan penerimaan uang, handphone, dan dokumen terkait pembelian dan pengiriman mobil. Red/Nes/Fay/Net.[rmol.co]

Comment

Rekomendasi Berita