by

Operasi di Mako Brimob Selesai, Mayoritas Teroris Menyerahkan Diri

Petugas kepolisian berjaga tepat di depan pintu utama Mako Brimob menjelang pagi, Depok
RADARINDONESIANEWS.COM, DEPOK – Wakapolri Komjen Syafruddin memastikan penanggulangan pendudukan rumah tahanan cabang Salemba di Kelapa Dua di Mako Brimob oleh tahanan dan narapidana teroris hampir rampung. Hal ini ia katakan dalam konferensi pers yang digelar Kamis (10/5) pagi.

“Saya bisa katakan [penanggulangan teroris] 99 persen [selesai]… Seluruhnya bisa terselesaikan tanpa ada korban,” katanya, disaksikan awak media yang bahkan ada telah berjaga sejak malam tadi.

Syafruddin menyebut kalau operasi ini sudah berakhir pukul 7.15. 

Dari 156 tahanan dan napi yang melakukan pendudukan dan penyanderaan, Syafruddin mengklaim kalau 90 persen di antaranya “sudah menyerahkan diri.” 

Ratusan tahanan dan napi ini sempat menyekap sembilan orang polisi, lima di antaranya meninggal dunia. Mengenai ini, Syafruddin meminta maaf kepada keluarga korban karena “tak berhasil menolong.” 
Syafruddin tak mau kalau apa yang dilakukan polisi dan hasilnya yang diumumkan pagi ini adalah buah dari “negosiasi”. Ia lebih suka menyebutnya “penanggulangan.” 

“Tidak ada negosiasi. Saya minta dihapus semua kata negosiasi,” kata Syafruddin menekankan. 

Lima menit sebelum konferensi pers diselenggarakan, terdengar bunyi empat ledakan beruntun dari dalam Mako Brimob. Situasi agak hening beberapa menit, kemudian pukul 07.25 terdengar suara tembakan beberapa kali.

Tak lama kemudian sembilan bus keluar dari kawasan Mako Brimob.  Polisi berencana bakal menyelenggarakan konferensi pers lagi sekitar pukul 08.30.

Dalam peristiwa ini, ada 6 korban tewas yakni 5 anggota Polri dan 1 napiter. Korban tewas akibat kerusuhan tersebut yaitu Iptu Luar Biasa Anumerta Yudi Respuji Siswanto, Aipda Luar Biasa Anumerta Benny Setiadi, Brigadir Polisi Luar Biasa Anumerta Sandi Setyo Nugroho, Briptu Luar Biasa Anumerta Syukron Fadhli dan Briptu Luar Biasa Anumerta Wahyu Catur Pamungkas, dan satu narapidana terorisme yaitu Benny Syamsu Tresno.

Satu polisi yakni Bripka Iwan Sarjana yang sempat disandera berhasil dibebaskan pada Kamis (10/5) pukul 02.00 dini hari.[Tirto]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × two =

Rekomendasi Berita