by

Pedri Kasman: Sembako Maut Monas Usik Rasa Keadilan Dan Kemanusiaan

Pedri Kasman, Presidium GAN.[Do/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Meninggalnya dua orang anak dalam acara pembagian sembako di Monas, Sabtu (28/5/ 2018) menyisakan keprihatinan mendalam. Demikian dikatakan Pedri Kasman, Ketua Presidium Gerakan Anak Negeri (GAN) melalui whatsapp, Kamis (3/5/2018).
Pertama, lanjut Kasman, kasus ini terkesan ditutup-tutupi. Entah karena panitianya terkait dengan kekuatan politik tertentu atau ada faktor lain. Kita jadi menduga-duga. Pernyataan-pernyataan pihak kepolisian mengindikasikan ada sesuatu yang tidak beres. 
Kedua, tambah presidium Gan ini, karena kasus ini mengusik kemanusiaan kita. Betapa terhinanya rakyat kecil diumpan dengan kupon sembako yang nilainya tidak seberapa. Mereka terpaksa antri di bawah terik matahari dan kerumunan massa yang membludak. 
“Siapapun semestinya tersentak dengan kondisi ini. Ketika ada anak kecil yang meninggal yang muncul malah pembelaan-pembelaan. Baik dari panitia dan termasuk dari kepolisian. Ironi memang di tengah negeri yang masih sering meneriakkan sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.” Tegas Pedri Kasman.
Dengan kondisi ini lanjut Pedri, patut kita menuntut dengan keras supaya aparat penegak hukum bergerak cepat. Jangan menunggu desakan-desakan masyarakat terlebih dulu. Tidak begitu alur kerjanya penegak hukum. Kasusnya harus diungkap dengan terang, siapapun yang salah harus menerima resiko hukum. Tidak boleh ada yang ditutupi. Jangan biarkan masyarakat berspekulasi terlalu jauh.
“Semua pihak harus mendukung pengungkapan kasus ini. Karena jelas telah mengusik rasa keadilan dan kemanusiaan kita.” Tegas Pedri.
Pedri menekankan, pihak panitia harus bertanggung-jawab penuh dan mengevaluasi diri. Bukan malah menghindar dengan beragam alasan.  Termasuk pemda DKI, tidak boleh lepas tangan sebelum kasus ini selesai dengan terang, karena bagaimanapun izin kegiatan ada dari pemda dan kasus terjadi di fasilitas milik pemda. Ke depan harus ada seleksi yang ketat untuk izin kegiatan di monas, baik dari sisi konten acara maupun kesiapan panitia.
“Semoga kita masih peduli dengan penderitaan dan kepedihan yang terus dialamai rakyat kecil tak berdaya. Aamiin.” Imbuh Pedri bersama rekan Presidium GAN, Mashuri Masyhuda dan Agung Rachmat Hidayat.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 1 =

Rekomendasi Berita