by

Pembongkaran Paksa PKL Kawasan Industri Pulo Gadung Tanggung Jawab Dirut PT JIEP

Suasana saat pembongkaran PKL Kawasan Industri Pulo Gadung
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pembongkaran para pedagang kaki lima di kawasan industri Pulo Gadung, Jakarta, Kamis (5/10) dilakukan oleh sekuriti dan petugas kebersihan kawasan PT JIEP. Pembongkaran pedagang di jalan Rawabali 1 dan 2 dalam kawasan PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) yang di kordinatori oleh Sinaga, Sunarto, dan Sopyan. Pada saat pembongkaran para pedagang dikawasan industri berlangsung tertib tidak ada perlawanan dari para PKL.
Pembongkaran PKL dimulai dari jam 9.00 s/d jam 11.00, Nana Udrayana selaku ketua pedagang di kawasan pada saat pembongkaran kepada rekan media mengatakan, direktur PT JIEP bertangungjawab atas semua pembongkaran yang dilakukan.
Menurut Nana, pedagang sudah melakukan audensi yang telah diterima oleh manajemen PT JIEP pada hari jumat 28 September 2018 dan belum menghasilkan kata sepakat dari kedua belah pihak.
“Namun pada kenyataannya, PT JIEP malah arogan dengan membongkar paksa PKL dikawasan JIEP di Jl. Rawabali 1 dan 2, JIEP memang benar menyediakan tempat relokasi Food Center Rawa Bali namun sangat memberatkan para pedagang dengan menerapkan biaya sewa Rp.35.000/hari/grobak dan Rp.50.000/hari/kontener dan juga memungut uang pada saat pendaftaran sebesar Rp.200 ribu/ PKL sebagai jaminan.” Kata Nana.
Sunarto, Korlap Keamanan PT JIEP 

Lanjut Nana, yang sangat kami beratkan kalau kami sudah masuk ke tempat relokasi apabila melakukan pembayaran harus dengan kasir di mana kami tidak terima uang tunai secara langsung dari pembeli, serta untuk pemasok kebutuhan dagang dipasok dari pihah JIEP Mart serta waktu untuk berjualan dibatasi dari jam 07.00 s/d 17.00, kata Nana

Nana menambahkan PT. JIEP tidak mengetahui secara langsung dilapangan bagaimana para karyawan atau buruh pabrik ingin makan atau minum pada saat jam istirahat karena waktu istirahat mereka terbatas, dan kondisi keuangan mereka sangat terbatas kalau mereka ingin makan atau minum di tempat Food Center Rawabali mereka tidak cukup uang dan harus membayar kontan tidak bisa berhutang.
Lanjut Nana, saat terjadi pembongkaran di jln Rawabali 1 dan 2 yang di saksikan oleh beberapa aparat dari Polsek Cakung, Koramil, Satpol PP ( satpol PP hanya menonton saja) dan dari pihak PT JIEP juga ikut menyaksikan pembongkaran tersebut. Tampak terlihat kekecewaan dari para pedagang yang berjualan dagangannya di obrak abrik oleh petugas kebersihan dan keamanan PT JIEP.
“Saya dagang disini sudah lama hampir 20 tahun dan saya berdagang untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak anak kami dirumah tidak untuk mencari kekayaan kata seorang nek tayi sambil terisak isak tangis melihat warungnya yang dibongkar dikawasan industri, dikarenakan para pedangan penghasilannya dari situ.” Imbuhnya.[Hary]

Comment

Rekomendasi Berita