Peringatan Berdirinya NKRI 18 Agustus di Ndalem Pojok, Kediri

Berita434 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pertama di Indonesia, Upacara Peringatan Berdirinya NKRI 18 Agustus di Ndalem Pojok, Berbagai Komunitas Desak Tanggal 18 Agustus Sebagai Libur Nasional
Berbagai komunitas di Kediri bakal menggelar upacara peringatan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di Situs Bung Karno nDalem Pojok, di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri pada Sabtu, 18 Agustus 2018. Ini pertama kalinya di Indonesia
Agusta Danang P, ketua panitia peringatan Kemerdekaan Bangsa dan berdirinya NKRI di Situs Persada Sukarno nDalem Pojok mengatakan, NKRI berdiri pada tanggal 18 Agustus 1945. Upacara peringatan hari Kemerdekaan Bangsa Indonesia sudah menjadi tradisi tiap tahun digelar. Namun, belum sekalipun ada peringatan hari berdirinya NKRI, meski sudah 73 tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia berdiri. 
“Padahal, proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945 yang diikuti berdirinya NKRI keesokan harinya merupakan dua peristiwa bersejarah terpenting pada bangsa  ini yang patut disyukuri. Karena itu, kami akan menggelar dua kali upacara di nDalem Pojok, upacara peringatan Kemerdekaan Bangsa Indonesia, 17 Agustus 2018 dan upacara peringatan berdirinya Negara Republik Indonesia pada 18 Agustus,” kata Danang.
Pada 17 Agustus 1945 adalah kemerdekaan Bangsa Indonesia yang ditandai dengan pembacaan proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia, sementara tanggal 18 Agustus 1945 adalah berdirinya Negara Kesatuan Indonesia ditandai pengangkatan Sukarno – Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden serta penetapan UUD 1945.
Menurut dia, realitasnya saat ini, belum banyak yang sadar akan dua karunia besar dari Yang Maha Kuasa ini. Sehingga, banyak yang mencampuradukkan makna Kemerdekaan Bangsa dan berdirinya Negara ini. 
“Sehingga, banyak yang menyebut ‘17 Agustus 1945 sebagai Hari Kemerdekaan Republik Indonesia’. Padahal ini adalah pernyataan yang salah letak keliru pasang dan tidak sesuai dengan Teks Proklamasi, UUD 1945, filosifis, dan fakta sejarah,” ujarnya. 
Banyak harapan yang bisa dipetik dari upacara peringatan berdirinya NKRI. Masyarakat diharapkan mengerti hal mendasar, perbedaan antara bangsa dan bentuk negara. Masyarakat juga diharapkan memahami kronologi perjuangan Bangsa Indonesia. 
”Karena banyak yang belum memahami, siapa yang dijajah selama 350 tahun, siapa yang menyatakan kemerdekaan. Bukan republik, tapi bangsa yang dijajah. Karena itu, setelah bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan, baru negara republik Indonesia didirikan,” ujarnya.
Diagendakan, upacara peringatan Berdirinya Negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 2018 akan diakhiri dengan pernyataan sikap.
Diantaranya, mendesak pemerintah untuk menghormati peristiwa “Berdirinya Negara Republik Indonesia” dengan menetapkan secara legal formal tanggal 18 Agustus 1945 sebagai peristiwa bersejarah. 
“Kami juga mendesak pemerintah mengeluarkan aturan yang mewajibkan upacara peringatan Berdirinya Republik Indonesia tanggal 18 Agustus, kami juga meminta pemerintah untuk menetapkan tanggal 18 Agustus sebagai hari Libur nasional,” pungkas Danang.[Nicholas]

Comment