by

Polisi Proses Laporan Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Ade Armando

Ade Armando.[Foto/ist]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Polda Metro Jaya, telah menerima laporan kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan (SARA) yang diduga dilakukan Dosen Universitas Indonesia Ade Armando. Penyidik bakal menyelidiki dengan meminta keterangan pelapor dan saksi, termasuk ahli.

“Namanya ada masalah yang lapor ke Polda Metro Jaya ya, tentunya kami terima dengan menanyakan bukti-bukti yang ada. Setelah diterima kami akan melakukan klarifikasi, artinya kita mintai keterangan kepada pelapor karena masih dalam penyelidikan,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisarisa Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono, Kamis (12/4) seperti dikutip beritasatu.com.

Dikatakan, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya nanti juga akan menggali berkaitan dengan fakta yuridis terkait laporan tersebut.

“Nanti kami juga akan tanyakan kembali saksi-saksinya siapa saja, kalau nanti disebutkan itu pun nanti kita klarifikasi kembali, kita mintai keterangan,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, setelah memeriksa saksi nanti penyidik juga akan melihat apakah memerlukan saksi ahli untuk dimintai keterangannya.

“Kami akan panggil saksi ahli, kita mintai keterangan juga, setelah itu baru kita gelar. Nanti kita akan memaparkan di sana, nanti dari tim dari penyidik dan Wasidik (pengawas penyidik) yang menilai di sana apakah laporan itu memenuhi syarat tindak pidana atau bukan,” katanya.

Menurutnya, apabila nanti memenuhi unsur pidana penyidik akan meningkatkan statusnya menjadi penyidikan.

“Kalau nanti memenuhi syarat ya, nanti akan kita naikkan ke penyidikan. Kalau tidak memenhui syarat akan kita hentikan penyelidikan. Ya kita tunggu saja penyidik masih bekerja,” tandasnya.

Diketahui, Dosen Universitas Indonesia Ade Armado, dilaporkan terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang bermuatan SARA dan atau penodaan agama, ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Rabu (11/4) kemarin.

Pelapor seorang pengacara bernama Denny Andrian, mempersoalkan pernyataan Ade Armando di laman Facebooknya yang menyebut, “Azan tidak suci. Adzan itu cuma untuk panggilan salat.” Pernyataan itu diduga merupakan respons Ade Armando terhadap polemik puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputeri.

Denny melaporkan Ade Armando dengan nomor laporan polisi LP/1995/IV/PMJ/Ditreskrimsus, terkait perkara penyebaran kebencian yang bermuatan SARA dan atau penodaan suatu agama, diatur dalam Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45 ayat 2 Undang-undang RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE dan atau Pasal 156 a KUHP.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

19 − two =

Rekomendasi Berita