by

Ratu Ashya : Ujian itu Berat, Biar Takwa aja!

Galuh, Penulis (kanan) bersama teman sekelas
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Assalamu’alaikum kawan fillah.. Gimana nih kabarnya? Semoga sehat selalu yaa, dan selalu mendapatkan Rahmat dari Allah swt. dan senantiasa di jalan yang Allah ridho’i Aamiin. 


So, kali ini aku bakalan ngebahas tentang Ujian. Attention ya please, judulnya dibaca ala-ala Dilan gitu biar asekk.. sok coba! Udah yaa kita masuk ke pembahasan.
Ujian itu berat gak sih?
Dari ujian UTS, UAS, PTS, PAS, TUC, TO, UN (dan istilah lainnya) sampai ke ujian hidup. Dan pastinya yang paling berat adalah ujian hidup. Kenapa? Karena belajarnya bukan teori kayak di sekolah, belajar sama guru, tapi langsung pada kenyataan. Dan ujiannya dari yang ringan sampai yang sangat berat. 
“Kenapa sih harus pake tangan nyuci bajunya, gak punya mesin cuci” itu ujian.
“Kenapa sih gak pake pembantu aja biar enak tinggal tiduran.” Itu males ya tolong bedakan-
“Hari ini gak makan siang dulu, uangnya buat beli buku” itu ujian. 
Dan yakinlah seluruh umat di penjuru bumi, pasti diberi ujian oleh Allah. Hidup itu bagaikan sekolah. Kita sekolah untuk belajar supaya pintar dan nanti pasti ada ujiannya bukan? Sebagai evaluasi belajar. Sama dengan hidup, kita hidup untuk apa? Belajar. Belajar apa? Belajar beribadah kepada Sang Pencipta, belajar mensyukuri apa yang telah Allah limpahkan berupa segala nikmat. Ada ujiannya gak? Ada. Tapi tentunya bukan dalam bentuk tulisan, tapi ujiannya dalam bentuk iman. ‘Kalau di giniin, ini anak bisa bertahan gak ya’ gitu pasti. Karena percuma dong kita udah belajar tapi gak diuji. 
Terus gimana supaya kita tetap kukuh pada pendirian, bisa lolos dari ujian yang Allah berikan itu?
Perdalam ilmu agama, terus tanamkam dalam-dalam pada diri kita, hati kita, bahwa Allah tidak akan menguji Hamba-Nya di luar batas kemampuan Hamba-Nya. Ingat? Allah itu Maha Mengetahui segala hal. Bahkan hati para Hamba-Nya. So, pasti deh Allah tau mana ujian yang bisa kita lewati. Gituh. 
Dan kita tuh harus yakin, kalau Allah sedang memberi kita ujian, berarti Allah sedang memerhatikan kita, dan berarti Allah itu sayang sama kita. Allah mau kita bisa berubah menjadi lebih baik lagi dengan ujian, dengan mengambil hikmah dari segala masalah. 
Coba kita simak bareng-bareng Qs. Al-Ankabut. 2
احسب الناس ان يتر كوا ان يقولوا امنا و هم لا يفتنون 
Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan ‘kami beriman’ dan mereka tidak di uji?
Nah, gak mungkin kan Allah gak ngasih ujian kepada umatnya meskipun umatnya sudah berkata ‘ kami telah beriman yaa Allah’. Sekolah aja ada ujiannya, apalagi hidup. Semakin meningkat ketakwaan, semakin tinggi juga level ujian kita. 
Terus gimana menyikapi ujian? Apakah harus cuek? Pura-pura gak tau? Atau harus mengeluh sampai ada perasaan ‘aku mati aja deh!’
Kalau ujian itu datang pada diri kita, kuncinya itu adalah Takwa kemudian Istiqomah.  Lalu apa itu takwa, dan seperti apa itu takwa?
Diriwayatkan bahwa Umar bin Khatab r.a bertanya kepada Ubay bin Ka’ab tentang takwa. Ubay balik bertanya, ‘Apa engkau pernah menepuh jalan berduri?’ Umar menjawab, ‘Pernah’. Ubay kembali bertanya, ‘Apa yang engkau lakukan?’ Umar memjawab, ‘Aku berusaha dan bersungguh- sungguh’ Ubay bin Ka’ab berkata, ‘Itulah Takwa.’ (HR. Baihaqi) 
Jadi, ya kalau dikasih ujian itu harus bertakwa, bersungguh – sungguh, tekun, sabar, dalam menjalaninya, dan di tambah dengan Istiqomah, runtun, In Sha Allah itu bakalan berhasil deh. 

Gimana supaya Takwa?
Hakikat Takwa itu sendiri adalah kepekaan hati, rasa takut, terus-menerus. Takut apa? Takut sama Azab yang telah dipersiapkan Allah untuk hamba-Nya yang senantiasa menjauhi kewajiban-Nya dan melakukan larangan-Nya. Dan ketika sudah takwa, Istiqomahlah kalian, agar senantiasa berada di jalan Allah. 

Gimana pengaplikasian ‘Takwa’ ketika sedang diuji? 
Jika ujian datang nih ya, bersungguh-sungguh dalam menjalankannya. Ingat! Harus takwa, harus tetap di jalan yang benar. Dan jika goyah, tanamkan dalam-dalam pada diri kita bahwa Allah gak mungkin memberi ujian diluar batas kemampuan hamba-Nya. Intinya tetep Takwa, tetap ingat ada Allah yang senantiasa menjaga kita, Ingat Allah!
Dan ingat, ketika Allah sedang memerikan ujian pada hamba-Nya, maka ketika itu pula sedang memberi perhatian khusus pada kita, dan tandanya Allah itu sayang sama kita. Oke? Sepakat?.
Karena semakin tinggi tingkat ujian yang kita hadapai, semakin tinggi pula Allah meningkatkan derajatnya. 
Allah ingin melihat sampai mana hamba-Nya bisa bertahan dengan ujian. So, harus ingat! Kalau dikasih ujian harus begini, harus begitu, kudu begini, kudu begono, lakukan dengan ikhlas, Lillah, takwa, dan selalu Istiqomah. Agar senantiasa di Rahmati Allah SWT, dan senantaisa berada di jalan yang Allah Ridho’i.[]

Penulis adalah siswa kelas 9, SMP IT Birrul Walidain, Bogor.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

six + fifteen =

Rekomendasi Berita