by

Wakil Camat Dan Lurah Tinjau Kali Krukut Inventarisir Warga Di Bantaran Kali

Wakil Camat Mampang Prapatan, Ahmad Sofyan dan staf PP ditemani Lurah, Sekel dan Babinsa Pela Mampang saat tinjau Kali Krukut dan diskusi seputar inventrisasi warga yang tinggal di bantaran Kali Krukut dengan Pengurus RW05.[Gofur/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menindak-lanjuti hasil investigasi yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta yang menyatakan bahwa telah terjadi penyempitan Kali Krukut, dari 20 meter menjadi hanya sekitar 4 meter. Ini diungkapkan wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat usai peristiwa banjir hebat yang meimpa Kemang, Sabtu (3/9) lalu.

Atas rekomendasi Dinas Tata Kota DKI, menginstruksikan Camat Mampang Prapatan  untuk melakukan inventarisasi penduduk yang menempati bantaran Kali Krukut.

Dalam kunjungan ke wilayah RW05 yang dilintasi aliran Kali Krukut, Rabu (7/9), Ahmad Sofyan, wakil camat Mampang Prapatan ditemani Lurah Pela Mampang, Mariana bersama Sekel, Arifuddin dan Babinsa, melakukan diskusi bersama pengurus RW05 seputar inventarisasi warga yang tinggal di bantaran Kali Krukut.

Dalam kesempatan sosialisasi dan inventarisasi warga yang tinggal di bantaran Kali Krukut tersebut Ahmad Sofyan meminta pihak RW05 untuk melakukan pendataan warga yang tinggal di bantaran Kali Krukut.
“Kita hanya meminta data berapa warga yang tinggal di bantaran Kali Krukut. Kita belum bicara soal ganti rugi dan eksekusi penggusuran.” Ujar Sofyan, Rabu (7/9) di Kantor RW05, Pela Mampang Jakarta Selatan, menjawab kekhawtiran mengenai Pergub 118, terkait dengan penertiban yang dikhawatirkan pihak pengurus RW05.
Lebih lanjut Sofyan mengatakan, upaya pelebaran dan normalisasi Kali Krukut berdasarkan peta Tata Kota yang lama.
Lurah Pela Mampang, Mariana, SH, M.Hum menandaskan bahwa apa yang dilakukannya pada tahap ini adalah menginventarisir berapa jumlah KK yang menempati bantaran Kali Krukut. 
Sekretaris Lurah Pela Mampang, Arifuddin menyatakan bahwa yang terpenting dalam proses normalisasi Kali Krukut adalah mencari titik ordinat atau poros dan mempertimbangkan kontur kali.
“Kita ga semena-mena menggusur semua rumah yang ada di bantaran. Harus dicari titik ordinat dan mempertimbangkan konstruksi kali.” Ujarnya. 
Normalisasi yang sudah direncanakan sejak Fauzi Bowo menjadi Gubernur memang belum tuntas hingga Gubernur Ahok sekarang ini. Baru belakangan setelah Kemang banjir hebat, isu normalisasi kembali hangat.
“Kita juga ga tau kapan pelaksanaannya. Kita tidak tau soal itu. Terpenting buat kami adalah menginventarisir berapa warga yang tinggal di Bantaran Kali Krukut.” Ujar Ahmad Sofyan.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × three =

Rekomendasi Berita