by

Yuyun Suminah, A.Md: Berburu Ilmu, Segera Yuk!

`Yuyun Suminah, A.Md, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Ngomongin soal berburu selalu identik dengan hewan liar, ya nggak? So, berburu adalah praktik mengejar, menangkap atau membunuh hewan liar, tujuannya macem-macem, ada yang buat dimakan, rekreasi, perdagangkan atau dimanfaatkan lainnya. (Wikipedia). 

Nah…kita, bisanya berburu apa? Berburu hati anak orang biar bisa jadi istri atau suami. Hihi. Sob, hewan liar saja diburu masa kita nggak sih? Eits.. kita nggak disuruh berburu hewan loh. Allah hanya minta kita berburu ilmu. Sekali lagi ilmu. 

Rasulullah berpesan lewat haditsnya, “Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Majah). Hal ini berlaku bagi muslim laki-laki dan muslim perempuan, Nggak ada yang namanya garis finis dalam berburu ilmu. bahkan semenjak dalam buaian sampai dibatas akhir. Meninggal itulah finis kita berburu ilmu.

Para pemburu ilmu juga jangan pernah merasa puas dengan ilmu yang sudah diraih. Imam Bukhari pernah mengingatkan “Belajarlah, berilmulah sebelum kamu berkata dan beramal”.

Segitu pentingnya sampai ketika mau berkata saja harus ada ilmunya apalagi ketika mau beramal kudu bin wajib pake ilmu. Khalifah Umar Bin Khatab pernah berkata “Ilmu itu mendahului amal”. 

Nggak akan jadi amal kalau tanpa ilmu, akan sia-sia saja apa sudah dikerjakan. Jelas ya, berburu ilmu sangat penting bin harus. Karna dengan ilmu bisa meningkatkan taraf berpikir seseorang.

Berburu ilmu jangan dipersempit sebatas ilmu pelajaran yang ada disekolah saja. Ilmu yang tak sekedar membuat kita pintar saja atau hanya sebatas dipelajari saja. Tapi berburu ilmu untuk diterapkan dalam kehidupan ialah ilmu agama.

Berburu Ilmu Lewat Ngaji
Begitu banyak kabr gembira yang Allah berikan kepada orang yang berburu ilmu. Tak hanya kebahagian di dunia kebahagian di akhiratpun akan diraih. Sesuai ilmunya dan amalan yang dilakukan.
Ilmu disini bukan hanya soal IPTEK saja, seseorang pintar dalam keilmuan IPTEKnya tidak jaminan akan mendapatkan kebahagian, tapi harus didasari oleh pondasi agama. Berburu ilmu disekolah tidak menuntut untuk diaplikasikan cukup dijadikan pengetahuan saja. 

Misal nih, rumus mengukur suhu air campuran. Terus kita mau ngukur suhu air yang mau kita minum dengan rumus? Nggak segitunya juga keles. Berbeda dengan berburu ilmu agama diminta untuk mengajarkan dan mengamalkannya. Yuk ngaji biar bisa berburu ilmu.

Kualitas Pemburu Ilmu

Ilmu erat kainnya dengan uru dan anak didik. Guru sebagai perantara ilmu sampai ke anak didik. Kualitas guru ternyata berpengaruh besar terhadap kualitas anak didiknya. Secara hari gini orang tua kita sudah dibuat garuk-garuk tembok eeh garuk-garuk kepala maksudnya hehe. Dengan adanya sistem zonasi kebijakan dari pemerintah. 

Meski dinilai bagus oleh pemerintah, sistem zonasi ini dinilai beberapa pihak tidak sebanding dengan persebaran sekolah yang belum merata. 
Berbeda dengan pendidikan dalam islam kualitas sekolah menjadi tanggung jawab negara. Standarisasi fisik dan fasilitas sekolah yang memenuhi output berkualitas sesuai standar ajaran islam. Standarisasi kualitas guru dan tenaga operasional begitu juga standarisasi kurikulum.

Sob, ternyat para pemburu ilmu juga perlu yang namanya peran negara. Negara yang memberikan fasilitas pendidikan yang layak. Tidak membuat kebijakan yang tidak berpihak kepada rakyatnya. 

Dengan kondisi yang seperti itu tidak lantas kita tidak berburu ilmu terutama berburu ilmu agama. Berburu ilmu. Segera yuk!. Wallahua’lam.[]


Yuyun Suminah,

Guru di DTA Al-Kautsar, Karawang

Comment

Rekomendasi Berita