by

Aa Gym Akan Bergabung dengan Pendemo Kasus Penistaan Agama 4 November

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – KH Abdullah Gymnastiar akan bergabung bersama umat Islam pada Jumat (4/11/2016), dalam aksi demonstrasi terkait dugaan penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Aa Gym berharap demo tersebut berlangsung tertib supaya tidak terjadi kerusuhan atau perusakan.

“Bagi saudara-saudaraku yang akan hadir aksi 4 November, luruskan niat dan kuatkan tekad dengan tetap menjaga akhlakul karimah. Kita berikan contoh aksi damai walaupun (demo) dilakukan ratusan ribu orang, tetap menampakkan akhlakul karimah,” ujar Aa Gym dalam video yang diunggah di akun Facebooknya.

Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid ini punya alasan tersendiri kenapa dirinya terjun langsung dalam aksi itu. Dia mengaku, ingin memastikan polisi serius memroses dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok. “Saya sepakat dengan Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Johannes Suryo Prabowo bahwa untuk menghentikan demo sebesar apa pun tidak bisa dengan akal-akalan kecuali satu saja, menghilangkan penyebabnya. Dan penyebabnya adalah harus segera diproses dengan cepat seadil-adilnya skandal saudara Ahok ini,” ucapnya.

Sementara Polda Metro Jaya akan menyiapkan kekuatan yang proporsional untuk mengimbangi massa pendemo. “Personelnya akan kita disain, minimal kekuatannya berimbang dengan massa. Kemarin kan massanya sekitar 5.000,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono di Jakarta, Senin (31/10/2016).

Awi juga mengatakan, pengamanan demo akan di-back up oleh TNI. Soal pengerahan Brimob dari Polda luar Jakarta, katanya, hal itu merupakan perkiraan intelijen untuk mengantisipasi adanya peningkatan jumlah massa. Pengerahan Brimob tersebut sifatnya hanya disiagakan manakala diperlukan kekuatan tambahan. “Tentunya itu di bawah kendali Mabes Polri. Polda Metro Jaya kalau perlu penguatan, Mabes Polri mungkin siapkan rencana tindak lanjut, misalkan ketika massa lebih banyak tentu Mabes Polri punya pertimbangan,” ujarnya.

Awi menegaskan, tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan dengan demonstrasi tersebut. Pengerahan kekuatan dari kepolisian yang cukup, semata-mata hanya untuk menjaga keamanan DKI Jakarta serta aksi demo itu sendiri. Apalagi aksi demo berlangsung di tengah kampanye Pilkada DKI, sehingga kepolisian betul-betul memperhatikan keamanan Jakarta agar pelaksanaan pesta demokrasi tersebut tetap berlangsung dengan aman dan damai.

Soal jumlah massa yang akan ikut dalam aksi itu, pihaknya belum mendapatkan informasi lebih lanjut dari pihak yang akan berunjuk rasa. “Massa belum kita update. Kemarin demo tanggal 14 (Oktober), habib sampaikan (besok, 4 november) bisa 10 kali (kekuatan massa),” ungkapnya.

Selain menyusun kekuatan, polisi juga sudah menyiapkan langkah-langkah dalam mengamankan massa sesuai tahapan-tahapannya. Polri sendiri sudah memiliki prosedur tetap (protap) mulai dari pengerahan Dalmas (Perkap No 16 tahun 2006), penggunaan kekuatan dalam tindakan Polri (Perkap No 1 tahun 2012) dan penanggulangan massa anarki (Perkap No 1 Tahun 2010).[tb]

Comment

Rekomendasi Berita