by

Primordialisme Pengaruhi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta

Siti Zuhroh, Pengamat politik LIPI.[Suroto/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro mengatakan, ada beberapa preferensi yang dapat memengaruhi anjloknya elektabilitas pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat.

Preferensi tersebut berupa primordialisme atau etnisitas yang mengakibatkan konstituen atau warga Jakarta cenderung lebih memilih pasangan lainnya ketimbang petahana Ahok-Djarot.

“Preferensi itu memang bisa dipengaruhi oleh primordialisme, suku, dan agama. Selain itu juga usungan partai politik yang memang memiliki basis yang kuat,” katanya, Senin (31/10/2016).

Siti mengungkapkan, pemilih bersuku Jawa mayoritas terdapat di Jakarta, bahkan menguasai mayoritas suara di Indonesia. “Bahkan ada anekdot yang mengatakan kalau bukan orang Jawa sulit utuk menjadi Presiden. Itu memang tidak ada hubungannya, tapi memang salah satu preferensi itu karena faktor itu,” katanya.

Siti menilai, keberpihakan sejumlah faktor tersebut bukan berarti SARA. Sebab, hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia melainkan juga negara-negara maju lainnya. “Jangan sedikit-sedikit itu dianggap isu SARA, karena di Amerika dan Australia juga ada kecenderungan seperti itu. Misalnya etnis Hungaria atau Nigeria juga mempengaruhi dalam pemilu di Amerika,” imbuh Siti.

Preferensi yang paling berpengaruh di Pilgub Ibukota adalah persoalan program ketiga kandidat, karena akan menjadi penilaian dalam kepemimpinan untuk lima tahun ke depan. “Sehingga kita dan masyarakat juga akan menunggu mana yang paling baik dari program yang ditawarkan oleh setiap kandidat. Konstituen akan menilai kapasitas dari pasangan calon itu dalam mengeksekusinya apabila nanti terpilih,” ujarnya.[tb]

Comment

Rekomendasi Berita