by

Arief Poyuono: Presiden Jokowi Harus Dinginkan Suasana Jelang Pilkada

Arief Poyuono, Waketum Gerindra.[Dok.radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Joko Widodo Harus Dinginkan Suasana Pilgub DKI dan harus menunjukan sikap netral. Selain itu, Joko Widodo harus bisa kendalikan Luhut Panjaitan yang nota bene adalah anggota kabinet pemerintah pusat untuk tidak terlalu banyak turut campur dalam permasalahan hukum yang sedang dihadapi Ahok. Hal ini diungkapkan Arief Poyuono dalam pesan WhatsApp ke redaksi, Kamis (9/2).

Arief menambahkan, kedatangan Luhut Panjaitan ke Rumah KH Maruf Amin dianggap publik sebagai ketidaknetralan dari pihak Joko Widodo dalam pilgub DKI Jakarta.

Seperti prediksi Mantan Kepala BIN AM Hendropriyono tahun lalu  menilai stabilitas politik di RI sedang mengalami gangguan, menjelang Pilkada di DKI.

“Instabilitas dapat membuat negara terperosok, dari keadaan tertib sipil ke dalam darurat sipil. Artinya kerusuhan sosial  akibat Pilgub DKI akan sangat berpotensi terjadi.” Ujarnya.

Dalam pesan tersebut, Arief meyakinkan bahwa dirinya sudah melihat ke grass root di Jakarta dengan kondisi yang kurang kondusif dan mengarah pada kerusuhan sosial. Aksi sekelompok massa yang menyerbu dan mendemo rumah kediaman SBY di Kuningan, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, menjadi indikasi tersebut.

“Karena itu saya menghimbau Presiden Joko Widodo untuk segera turun tangan untuk mendinginkan suasana jelang pilgub Jakarta.” Tambahnya.

Banyak kawan kawan di luar negeri lanjut Arief, bertanya tentang situasi Jakarta jelang Pilkada akan adanya potensi kerusuhan sosial yang mengarah pada sentimen SARA.

“Jangan biarkan api dalam sekam terus membara, nanti kalau terjadi kerusuhan akibat Pilkada DKI, nama Joko Widodo sebagai Presiden akan tercoreng dan akan banyak dampak negatif terhadap perekonomian nasional dengan terjadi capital flight dan rush diperbankan secara besar besaran. Tambahan lagi, saat ini kondisi ekonomi nasional sedang menuju ancaman krisis.” Imbuh Arief.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

7 + ten =

Rekomendasi Berita