by

Bintunapan.S: Sahabat Jahat Or Aahabat Taat

Bintunnapan, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – “Aku punya sahabat setia, dia asik orangnya, selalu ada waktu buat nemenin aku jalan, tempat curhat kalo aku lagi marahan sama pacar, bahkan dia yang selalu mendamaikan ketika kita ada masalah. Buat aku, dia the best deh”
Itu salah satu contoh kasus yang terjadi ditengah-tengah kita ya dears. Ngomongin sahabat, ada looh sahabat yang menjerumuskan kita. Aaah, masa sih? Sahabat ko menjerumuskan. Ga mungkin laah. Yang namanya sahabat itu, solid, pengertian, dan perhatian. Kalo lagi sedih, dia menghibur. Kalo lagi senang, dia juga ikut senang. Dan kalo lagi susah, dia bantu. Itu sahabat.
Ya betul, sahabat memang orang terdekat kita. Dialah tempat kita berbagi rasa. Suka dan duka. Tapi sob, bersahabat juga perlu yang namanya landasan. Atas dasar apa persahabatan itu dijalin. Standarnya harus jelas. Karena seperti pepatah mengatakan “Yang namanya sahabat bisa menarik (mempengaruhi).”
Ada beberapa type sahabat.
Pertama sahabat jahat. Ihh serem yaa, gimana sih sahabat jahat. Sahabat jahat ialah yang mendiamkanmu saat kamu berbuat maksiat. Malah terkadang mendukungmu dalam hal melanggar syariat. Memangnya ada? Ya ada. Contohnya? Banyak. Yang suka ngajak kamu bolos sekolah, yang suka ngajak kamu main saampai lupa waktu. Yang suka ngajakin kamu ketemuan sama cowok. Masih banyak lagi yang lebih ekstrim. 
Kedua sahabat taat. Inilah sahabat sejati. Dimana ia senantiasa mengingatkanmu ketika kamu salah, menegur. Dan mendukungmu saat kamu benar. Kadang nampak menyebalkan, karena terkesan cerewet, tapi sungguh itu bukti sayangnya. Kare dia ingin senantiasa membuatmu lebih dekat dengan Allah.
Jangan sampe salah mencari sahabat ya.
So seperti apapun sahabatmu, kamu hanya perlu standar penilaian yang pasti yaitu Islam. Bersahabatlah dengan landasan akidah. Karena dengan itu kamu ga akan salah memilih sahabat.
Mulai sekarang carilah sahabat yang mampu membawamu lebih baik. Dalam Islam begitu pentingnya peran sahabat dalam kehidupan kita. Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟْﻤَﺮْﺀُ ﻋَﻠَﻰ ﺩِﻳﻦِ ﺧَﻠِﻴﻠِﻪِ ﻓَﻠْﻴَﻨْﻈُﺮْ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻣَﻦْ
ﻳُﺨَﺎﻟِﻞُ
“Seseorang akan mencocoki kebiasaan teman karibnya.
Oleh karenanya, perhatikanlah siapa yang akan menjadi teman karib kalian.” (HR. Abu Daud, no. 4833; Tirmidzi, no. 2378; dan Ahmad, 2:344. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)
Jika menemukan sahabat seperti itu, maka jangan lepaskan tangannya. Berjalanlah berdampingan dengannya. Dan sebutlah ia dalam setiap untaian doamu. Selamat mencari sahabat taat. Wallahu a’lam[]
Penulis adalah Pemerhati Remaja, Pengasuh Pondok Yatim

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × two =

Rekomendasi Berita