Difitnah Aniaya SNW Alias AA, Kristian Halim Akan Lapor Ke Dewan Pers Dan Polisi

Berita5337 Views
Kristian Halim,[Khristel/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, GUNUNGSITOLI – Kristian Halim alias Wilson warga Kota Gunungsitoli, mambantah pemberitaan salah satu media online tentang dirinya yang dituduh melakukan penganiayaan terhadap SNW alias AA pada Ahad malam, sekitar pukul 00:30 Wib di sekitar dermaga TPI Kota Gunungsitoli.

Kepada sejumlah awak media, Kristian Halim di salah satu tempat di Jalan Sirao Kota Gunungsitoli, Senin siang (11/12) menceritakan kronologi kejadian yang dituduhkan kepadanya bahwa penganiayaan sebagaimana pemberitaan salah satu media online tersebut, tidak terjadi, bahkan menurutnya itu adalah fitnah.

Dalam penjelasannya, Kristian Halim saat bersama dua orang temannya melintas di sekitar dermaga TPI Kota Gunungsitoli dengan mengendarai kendaraan masing-masing, (dua unit mobil peribadi dan satu unit sepeda motor) lalu melihat SNW sedang berbincang dengan beberapa oknum berpakain seragam Polri.

Selanjutnya, Kristian pun turun dari mobil yang ia kendarai dan menghampiri SNW, Setelah mendekat, Kristian menyapa mereka lalu minta izin kepada oknum Polisi tersebut untuk berbicara empat mata dengan SNW guna menyampaikan sesuatu hal kepadanya sebagai seorang teman dan sahabat.

Sesaat kemudian, Krstian Halim alias Wilson bersama SNW pun melakukan pembicaraan. Direktur PT.DAS tersebut pada penyampaiannya kepada SNW, tentang rencana aksi unjuk rasa, Senin (11/12/2017) yang rencananya dipimpin oleh SNW terkait perusahaan ayam petelur yang ia pimpin.

Saya hanya minta tolong ke-SNW sebagai seorang sahabat yang sudah lama saling mengenal, tapi ketika dia mengatakan hal itu tidak bisa, saya juga menerima itu, karena menurut SNW unjuk rasa tersebut sudah disepakati bersama dengan teman-teman di organisasi tempat mereka bernaung. “Ya, itu sudah menjadi kesepakatan bersama dalam organisasi,” jelas Kristian meniru perkataan SNW.

Seusai keduanya melakukan pembicaraan, Kristian Halim pamitan kepada SNW, lalu menuju mobil miliknya dan pulang bersama dua orang teman lainnya.

Keesokan harinya, Kristian Halim merasa kaget atas pemberitaan salah satu media online yang menyebut dirinya melakukan penganiayaan kepada SNW. Bahkan pada pemberitaan dalam media tersebut, menurutnya sama sekali tidak sesuai fakta yang terjadi saat itu.

“Bagaimana mungkin saya menganiaya SNW, sementara di lokasi ada beberapa petugas Kepolisian dari Polres Nias berseragam lengkap, termasuk beberapa orang lainnya yang siap memberi kesaksian apabila diperlukan,” ujar Kristian kepada sejumlah Wartawan.

Mengakhiri penyampaian dan klarifikasi pemberitaan yang menurutnya fitnah itu, Kristian Halim alias Wilson berencana melaporkan hal tersebut ke-Dewan Pers dan juga kepada Kepolisian guna penegakan hukum. (Kristel)

Comment