by

Fani Syech : Saya Ingin Mengabdi Lebih Luas Kepada Masyarakat

Fani Syech.[Alif/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, BANGKA BARAT – Siapa yang tidak kenal dengan pemuda nyentrik nan energik yang satu ini? Anak ke enam dari tujuh bersaudara buah kasih dari pasangan bapak Thamrin dan ibu Farida ini, tak berlebihan jika istilah ini disematkan kepada tokoh pemuda kelahiran 1980 yang satu ini. 

Pria asal Kecamatan Muntok ini namanya kini masuk dalam bursa calon legislatif (caleg) asal daerah pemilihan 1 (Dapil 1) dari Partai Gerindra yang meliputi Kecamatan Muntok – Simpangteritip Kabupaten Bangka Barat tahun 2019.

Terlahir dengan nama lengkap Fani Tambora alias Fani Syech, begitu nama beken masyarakat Muntok memangilnya. Gemar berpakaian gamis ala timur tengah lengkap dengan penutup kepala, Fani dikenal sebagai pemuda yang energik serta dekat dengan masyarakat. Beragam profesi pernah digeluti. 

Menjadi wartawan salah satu media cetak nasional awal dari profesi. Dari profesi ini kemudian mengalir bakat sosialnya. Dipercaya menduduki jabatan ketua LSM, sebut saja misalnya LSM Peduli Lingkungan dengan berbagai agenda kerjanya. Bahkan berbagai organisasi kepemudaan pun pernah diikuti pria penyuka kopi susu ini.

Memimpin organisasi LSM tak hanya sebatas menyusun program. Keterlibatan pria berbintang Taurus ini di tengah masyarakat semakin terlihat saat Muntok dilanda banjir. Fani dan kawan-kawan terlibat dalam proyek pengerukan alur sungai berbekal dana swadaya yang terkumpul.

Dalam obrolan santai dengan beberapa awak media disalah satu warung kopi di jalan Yos Sudarso Muntok, beberapa hari yang lalu, Fani mengaku, motivasinya mencalonkan diri sebagai wakil rakyat karena berbekal pengalaman berkecimpung di masyarakat selama ini. “Sebagai konsekwensinya saat ini saya sudah mengundurkan diri sebagai ketua RT, karena itu bagian dari persyaratan. Saya ingin mengabdi yang lebih luas untuk masyarakat,” ujar Fani yang sebelumnya menjabat sebagai ketua RT di Kampung Teluk Rubiah Darat.

Cita-cita untuk mengabdi ini kemudian mendorongnya untuk melakukan berbagai persiapan untuk mendapatkan dukungan dari masyarakat.

Kapasitasnya sebagai ketua LSM Peduli Lingkungan, memberikan perhatian kepada masyarakat dusun Selindung, Desa Air Putih Muntok, bagaimana caranya agar hak-hak masyarakat dusun setempat tidak terabaikan akibat penambangan laut wilayah dusun setempat. “Kita lahir dan terbiasa hidup dan dibesarkan di lingkungan masyarakat. Wajar jika pengabdian kita hanya untuk masyarakat, apalagi jika kita terpilih menjadi wakil rakyat nanti. Mudah-mudahan,” tutup pria selalu murah senyum ini. *(Alif)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

4 × three =

Rekomendasi Berita