by

GEPRINDO : Indonesia Dalam Bahaya! Nasionalisme Tionghoa telah Bangkit!

Foto :Bastian P Simanjuntak Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO) / ( istimewa )
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA
– Sehari pasca pencoblosan serentak Pilkada 2017 kemarin, khususnya
untuk wilayah DKI Jakarta, yang menjadi sorotan publik secara umum,
Bastian P Simanjuntak, Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (GEPRINDO)
kemukakan pandangan pasca hasil quick count perhitungan Pilkada, Rabu (15/2).
 
Menurut dugaanya, seakan telah membuka mata
kita bahwa nasionalisme Tionghoa di Indonesia telah bangkit.”Hampir
bulatnya suara etnis Tionghoa yang mendukung Ahok pada Pilkada DKI 2017
menunjukkan bahwa etnis Tionghoa memilih berdasarkan kesamaan etnis,
meskipun latar belakang agama mereka berbeda-beda. Mereka tetap solid
mendukung politisi beretnis Tionghoa,” tukasnya, Kamis (16/2)
“Pendulangan suara di daerah
Pluit, Kelapa Gading, Jelambar, dan daerah pemukiman Tionghoa lainnya,
di mana Ahok memperoleh kemenangan suara hampir bulat yaitu di atas 95%
adalah bukti bahwa etnis Tionghoa sebagai kelompok menunjukkan kekuatan
mereka,” ujarnya mengulas.
Meski demikian, Presiden GEPRINDO itu tetap akui pasangan Agus dan pasangan Anis memiliki
kelebihan di bandingkan pasangan Ahok, namun nyata mereka tetap memilih
Ahok meskipun sedang dirundung persoalan.
 
“Pribumi selama ini dianggap
sebagai kelompok masyarakat yang suka mengungkit SARA, namun nyatanya
tudingan itu tak terbukti, di daerah pemukiman pribumi asli Ahok tetap
mendulang suara. signifikan,” ungkapnya.
Pada
situasi seperti ini, Bastian mengutarakan keprihatinannya dengan
kondisi negara saat ini.”Dimana etnis Tionghoa yang selama ini selalu
berteriak-teriak tentang Bhineka Tunggal Ika nyatanya justru telah
terbukti memilih seorang pemimpin bukan atas dasar kebhinekaan. Ini
adalah sebuah bentuk penghianatan dan penipuan terhadap bangsa
Indonesia,” urainya kecewa.
“Bangsa
Indonesia atau pribumi harus membuka mata bahwa nasionalisme Tionghoa
di Indonesia telah bangkit menjadi sebuah kekuatan, dan Patriotisme
Tionghoa bisa menular ke banyak orang Tionghoa lainnya yang selama ini
sudah memiliki rasa nasionalisme Indonesia,” ungkapnya lebih lanjut.
“Nasionalisme
Tionghoa ini bisa mengancam demokrasi dan mengancam nasib pribumi
ke depan. Maka itulah Pribumi harus sadar dan bersatu tanpa
membeda-bedakan suku dan agama,” tandasnya..[Nicholas]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

18 + ten =

Rekomendasi Berita