by

Kapolri Minta Brimob Lindungi Pendemo

Brimob
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mendatangi Markas Komando Brigade Mobil (Brimob) Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Senin (31/10/2016), untuk mengecek kesiapan personelnya mengamankan aksi demonstrasi organisasi massa 4 November 2016. “Saya instruksikan Korps Brimob untuk mempersiapkan fisik dan psikis, agar benar-benar siap menghadapi aksi demo yang waktunya mungkin akan panjang,” katanya.

Tito juga mengingatkan Korps Brimob agar melindungi demonstran selama unjuk rasa. “Yang demo adalah saudara kita, kita harus lindungi, layani, dan ayomi mereka sesuai aturan UU. Koridor kita cuma satu, sistem hukum. Kita wajib memberikan perlindungan,” katanya.

Namun dia memerintahkan aparatnya menindak provokator pendemo dan pelanggar aturan. “Kalau ada pelanggaran hukum, lakukan tindakan hukum dari persuasif sampai keras!” tegasnya. Kapolri minta jajaran Brimob mampu mengamankan jalannya aksi unjuk rasa agar tidak sampai berujung anarkis.

“Waspadai jangan sampai demo jadi anarkis, kacau. Kekacauan bisa terjadi karena beberapa faktor, (termasuk) faktor pendemo sengaja melakukan aksi provokatif. Saya minta rekan-rekan enggak terpancing, yang akan dimanfaatkan oknum-oknum sehingga terjadi bentrok. Ini perlu kita waspadai. Rekan sekalian harus menyikapi pengamanan demo dengan kepala dingin,” ujarnya Kapolri.

Sedangkan Polda Metro Jaya masih menginventarisir jumlah massa yang akan berunjuk rasa. “Kita masih menginventarisir pergerakan massa yang akan datang ke Jakarta,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, Senin (31/10/2016)

Awi mengatakan, aparat Polda Metro Jaya akan mengamankan aksi unjuk rasa secara profesional dan proposional. Sejauh ini, Polda Metro Jaya juga menyusun sistem dan jumlah kekuatan personel yang akan mengawal aksi itu.

Awi mengimbau massa pengunjuk rasa tidak termakan isu provokasi, sehingga aksi menyampaikan pendapat di muka umum berlangsung tanpa gangguan keamanan dan ketertiban umum. Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi M Iriawan juga menegaskan, tidak ada perintah tembak di tempat terhadap pendemo.

Bahkan anggota kepolisian tidak diperbolehkan membawa senjata dengan peluru tajam saat mengamankan aksi demo. Polri bersama TNI akan berupaya maksimal mengamankan DKI Jakarta dan kota lainnya di seluruh Indonesia agar tetap aman dan damai.[TB]

Comment

Rekomendasi Berita