by

Mayjen TNI (Purn.) Prijanto: Sasarannya Cuma Satu, Tangkap Ahok

Mayjen TNI (Purn.) Prijanto (ketiga dari kanan)/[Nicholas/radariom]ndonesianews.c
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Mayjen TNI (Purn.) Prijanto, mantan Wakil Gubernur DKI yang mendampingi Fauzi Bowo periode 7 Oktober 2007 hingga 7 Oktober 2012, membenarkan akan terjadinya aksi 4 November 201 terkait kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok. Ini dikatakan Prijanto saat wawancarai pewarta di Rumah Amanah Rakyat, jalan Cut Nyak Dien No. 05, Gondangdia, Menteng, Jakarta, Senin (31/10).

Menurut lulusan AKABRI 975, yang selama di militer juga pernah terlibat aktif dalam Operasi Seroja di Timor Timur tahun 1978 itu memaparkan bahwa aksi massa tersebut sebenarnya dapat diredam apabila sebelum tanggal 4 November nanti Ahok ditangkap, karena itu tuntutan umat Islam terhadap Ahok yang telah menistakan Al-Quran.

Tidak pantas lanjutnya, mengatakan dan mengomentari isi kitab suci Al-Qur’an, apalagi dirasa telah menghina.

 
“Itu betul, sasarannya cuma satu, dimana Ahok ditangkap. Ini tidak bisa didiamkan, dan kasus ini sudah menjadi isu nasional bahkan internasional. Yah, makanya itu aparat penegak hukum di Indonesia, polisi, harus menangkap Ahok. Bila ada yang mengatakan aksi ini ada yang men’dompleng’. Dompleng siapa? Kalau ada yang dompleng siapa tahu…ini saya ga punya data itu” demikian ungkapnya.
 
Prijanto melanjutkan, ini adalah masalah individu bukan antar umat beragama seperti Islam dengan Kristen, Budha dengan Kristen, atau Agama lain. Ini masalah hanya satu, karena Ahok menistakan agama, surat Al Maidah 51 itu.

“Nah, kami disini, di Rumah Amanat Rakyat (RAR) tadi barusan bahas banyak hal secara internal. Ini kan tempatnya para tokoh, ada TNI-Polri, partai, aktivis, mantan menteri dan sebagainya berkumpul, bahkan para ulama.” pungkasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita