by

Rasa Bersalah, Perampok Pulomas Minta Ditembak Mati

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA -– Tersangka kasus perampokan sadis dengan kekerasan di Pulomas, Jakarta Timur, Erwin Situmorang, merasa berdosa setelah ulahnya menyebabkan enam korban tewas. Untuk itu, dia meminta polisi menembak mati dirinya.

“Begitu mengetahui ada korban yang meninggal, Erwin minta ditembak mati saja,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya (PMJ) Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (2/1/2017).

Menurut Argo, alasan Erwin meminta ditembak mati pascamengetahui ada korban jiwa, karena dirinya tidak pernah berniat menghilangkan nyawa orang lain di setiap aksinya. “Dia baru tahu ada korban meninggal, karena setiap dia beraksi nggak pernah memakan korban,” kata.

Kelompok perampok yang terdiri dari Ramlan Butar-Butar, Erwin Situmorang, Ridwan Sitorus alias Iyus Pane, dan Alfin Sinaga, biasa menyekap korban di kamar mandi. Namun untuk perampokan di Pulomas, mereka tak tahu bahwa kamar mandi yang jadi tempat penyekapan tak berventilasi, apalagi para korban cukup lama tersekap di tempat tersebut.

Sebelumnya, Erwin dan Ramlan dibekuk di kawasan Bekasi, Rabu (28/12/2016), sehariusai melancarkan aksi di kediaman Dodi Triono di Jalan Pulomas Utara, Nomor 7A, Pulogadung, Jakarta Timur. Ramlan alias Prokas dinyatakan tewas setelah kehabisan darah akibat tertembak petugas saat hendak diamankan.

Selain dua tersangka tersebut, polisi juga telah mengamankan dua anggota lain dari komplotan itu. Mereka adalah Alfins Bernius Sinaga dan Ridwan Sitorus. Pelaku yang masih hidup tidak menyangka perampokan yang mereka lakukan menewaskan enam orang,[TB]

Comment

Rekomendasi Berita