Sartika Winata: Para Petinggi Harus Tegas Dalam Pemberantasan Narkoba

Berita1298 Views
Sartika Winata.[Dok/pribadi]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kasus tertangkapnya berturut-turut penyelundupan sabu-sabu oleh Polri
bersama bea cukai berhasil gagalkan penyelundupkan sejumlah besar narkoba jenis sabu-sabu. Pertama 1,6 ton narkotika jenis sabu diamankan di perairan Batam, Kepulauan Riau.
Tangkapan pertama sebesar 1,8 ton dan terakhir
 
3 ton di Perairan Riau, (24/02/2018). Prestasi ini mendapat tanggapa seorang model cantik, Sartika Winata.

Dalam obrolan santai bersama radarindonesianews.com, Minggu (11/3/2018) di bilangan Kemang Jakarta Selatan, Sartika Winata mengaku sangat mendukung dan megacungkan jempol terhadap kinerja Polri yang berhasil menggagalkan barang haram tersebut. 

Sartika juga berharap kepada pemerintah khususnya lembaga terkait seperti BNN agar bekerja lebih ekstra agar tidak kecolongan lagi dalam kasus penyelundupan sabu-sabu. Dirinya juga berharap Indonesia bersih dari narkoba.


“Negara harus bersih dari narkoba.” Ujar model yang kini menekuni dunia kecantikan ini dengan nada serius.

Ditambahkannya, jangan sekali-kali para pejabat dan penyelenggara negara membiarkan narkoba merangsek dalam kehidupan masyarakat karena tergiur kepentingan pribadi namun merusak dan merugikan generasi muda Indonesia.

Agar generasi muda tidak tergerus dengan kehidupan narkoba, Sartika Winata, model kelahiran Lampung ini melihat begitu pentingnya peran orang tua dalam keluaga. Orang tua dalam keluarga, menurutnya, hendaknya memberi wawasan kepada putra-putrinya tentang bahaya dan faktor-faktor apa saja yang bisa membawa mereka terjerat dalam narkoba. 
“Agama menjadi bagian penting dalam kaitan pencegahan generasi muda dalam keluarga.” Ujar Sartika Winata.
Di samping itu, tambah Sartika, saat seorang ayah sibuk bekerja, sang isteri yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam keluarga, hendaknya kembali kepada kodratnya sebagai seorang perempuan untuk memberi pendidikan dan bimbingan kepada putra-putrinya.
Faktor lain yang bisa membuat generasi muda terjerat narkoba, lanjut Sartika adalah perkembangan teknologi yang membuat kemudahan dalam akses informasi melalui gadget semacam handphone melalui kontak internet.
Penyebaran narkoba merambah dunia pendidikan dan tidak sedikit kalangan mahasiswa dan pelajar terjebak oleh barang haram ini dan menjadi addictive alias ketergantungan. Untuk mencegah pengaruh narkoba di dunia pendidikan, Sartika menyarankan agar mahasiswa fokus pada pendidikan dan mengikuti kegiatan positif yang diselenggarakan pihak sekolah atau Perguruan Tinggi.
Di akir obrolan, Sartika berpesan kepada generasi muda Indonesia fokus dan fokus pada pendidikan dan tidak sekali-kali mendekat narkoba.
“Pemerintah dan para petinggi juga harus lebih tegas memberi sanksi hukum kepada penyelundup narkoba dan lebih serius dalam pemberantasan narkoba di Indonesia. Indonesia harus bersih dari narkoba.” Imbuhnya menutup obrolan.[GF]

Comment