Hal ini diungkapkan ketua panitia program ‘KOTAKU’ saat menggelar sosialisasi dan workshop di Hotel Grand Surya . Kamis 27 Oktober 2016.
” untuk Kotabaru ada Tiga tempat kumuh yaitu Desa Semayap, dirgahayu, dan rampa. Sebut Sylvina Permatasari
Sylvina mengatakan program KOTAKU merupakan upaya strategis dari Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman, DIRJEN Cipta Karya, dalam rangka percepatan penanganan kawasan kumuh dan gerakan 100-0-100 pada masa 2015-2019 .
Program ini mengedepankan sinergi pendekatan antara pembangunan infrastruktur berbasis masyarakat dimana Pemerintah Daerah sebagai nahkoda dan kolaborasi antara Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya di Kabupaten/Kota. Tutur Sylvi
Tujuan dari Program ini sendiri Kata Sylvi, adalah untuk memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan penghidupan berkelanjutan dan juga memperbaiki akses masyarakat terhadap insfrastrtuktur pemukiman sesuai dengan 7+ 1 indikator kumuh.
Askot sendiri merupakan lembaga yang menjembatani masyarakat dengan pemerintah Daerah dan Kelompok peduli setempat dalam melaksanakan program Pemerintah yaitu program nasional pemberdayaan Masyarakat mandiri.
Asisten II H. Akhmad Rivai mewakil Bupati Kotabaru, mengatakan bahwa penanganan kawasan kumuh bukanlah hal yang mudah untuk dilaksanakan dan diperlukan dukungan dan kerja sama dari semua pihak baik Pemerintah, masyarakat maupun lembaga lainnya sehingga penanganan kawasan kumuh dapat terlaksana sesuai rencana.
Oleh karena itu melalui acara Sosialisasi dan Workshop Strategi Komunikasi Program Kota Tanpa Kumuh ( KOTAKU ) ini nantinya dapat menyamakan pemahaman dan komitmen bersama dengan Pemerintah Daerah. Ucapnya
Sehingga dengan terbangunnya kolaborasi dan komunikasi ini maka akan terbangun keterpaduan antar sektor untuk bersama – sama tergerak untuk mencapai sasaran pembangunan kawasan permukiman khususnya terwujudnya kota tanpa kumuh dengan Pemerintah Daerah sebagai nahkoda. ujarnya ( hms/brn/hy)















Comment